Sobat Budaya Hadirkan Big Data Kebudayaan Indonesia

Era digital mendorong Indonesia perlu melakukan inventarisasi atas puluhan ribu budaya Indonesia.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 30 Oktober 2018 18:59 WIB
Aneka makanan khas Betawi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Era digital mendorong Indonesia perlu melakukan inventarisasi atas puluhan ribu budaya Indonesia.

Hokky Situngkir, Ketua dan Peneliti Sobat Budaya menyebut pihaknya telah menyusun database budaya Indonesia melalui perpustakaan digital. Hokky menilai perpustakaan digital ini penting untuk mencegah klaim atas budaya Indonesia.

"Kelemahan bangsa dengan budaya yang banyak itu bisa punah karena kita lupa," jelas Hokky, Selasa (30/10/2018).

Oleh karena itu, menurut Hokky masyarakat perlu didorong untuk mengenal dan merasa bangga dengan kulturnya sendiri. Ada pun wahana yang dipakai Sobat Budaya harus merepresentasikan karakter asli Indonesia dan keunggulannya.

Sebagai contoh, Hokky menjelaskan peran penting big dat bagi warisan budaya adalah bisa mendeteksi puluhan ribu kesenian asli Indonesia. "Sebelum ada media sosial, kita ada big data alias budaya tradisi kita. Ada 41.000 bekas budaya tradisi kita disana, ada 20.143 resep masakan, dan situs perpustakaan budaya itu ternyata diakses 40.000 pengunjung per hari," terang Hokky.

Selain perpustakaan, Hokky juga menulis buku Kode-Kode Nusantara yang menyingkap makna dari budaya Indonesia. "Nah era kita sekarang karena sudah digital kita bisa melihat bahwa ketika nenek moyang bernyanyi ada filsafat hidup di dalamnyam ada budaya modern," sambungnya.

Big data yang ditawarkan dalam perpustakaan budata ini juga menjaga motif batik dan tenun di Indonesia. Dengan 6000 batik setiap motifnya bisa digambar dan disimpan menggunakan komputer.

"Ada 6.000 motif batik. Ada fisika batik, bagaimana komputer meniru cara membatik. Ketika menggambar mereka bermatematika. Ini yang perlu didalami," ungkapnya.

Selain itu, keuntungan yang diberikan perpustakaan digital budaya Indonesia adalah mencegah klaim asing atas budaya Indonesia. Pasalnya ada sekitar 30 kasus saus khas Indonesia yang diklaim sebagai resep makanan luar negeri.

"Di situlah peran data. Ada banyak milenial harus cerna banyak hal, maka kita tidak sempat seperti nenek moyang/orang tua yang sibuk membuat cerita rakyat. Kita bisa mulai dari manapun di sini, dan dari relawan di seluruh Indonesia," ungkap Hokky.

Tag : kebudayaan
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top