Kurangi Penggunaan Plastik Lebih Baik Daripada Daur Ulang

Pengurangan penggunaan plastik dinilai lebih tepat dalam meminimalisasi sampah plastik di laut daripada melakukan daur ulang produk dari plastik.
Ni Putu Eka Wiratmini | 27 Oktober 2018 17:40 WIB
Aktivitas audit sampah plastik Greenpeace Indonesia di Sanur, Bali. - Dok. Greenpeace Indonesia

Bisnis.com, KUTA -- Pelaku bisnis diminta mengurangi penggunaan plastik pada bungkus kemasan produk maupun aktivitas usahanya agar dapat mengurangi sampah plastik di laut.

Pengurangan penggunaan plastik dinilai lebih tepat dalam meminimalisasi sampah plastik di laut daripada melakukan daur ulang produk dari plastik. 

Chief Policy Officer Oceana Jacqueline Savitz mengatakan jika di rata-ratakan setidaknya ada 1 truk sampah plastik yang masuk ke laut dalam satu menit.

Padahal, sebanyak 2,8 juta rumah tangga di Indonesia sangat bergantung pada laut yang bersih. 

Langkah Indonesia mengatasi sampah plastik melalui daur ulang dinilai tidak tepat. Sebab, kenyataannya sampah plastik di laut setiap tahun selalu meningkat.

Setidaknya rata-rata dalam satu tahun 8 juta ton sampah plastik dibuang ke laut. 

Jika di rata-ratakan setidaknya ada 1 truk sampah plastik yang masuk ke laut dalam satu menit.

Menurutnya, makin banyaknya sampah plastik di laut berkorelasi dengan makin banyaknya produksi plastik oleh perusahaan-perusahaan.

Langkah meiminalisasi penggunaan plastik dinilai justru menjadi cara paling tepat untuk mengurangi sampah plastik tersebut. 

"Plastik yang ada di laut kita terus meningkat, kita harus mengurangi bukannya melakukan daur ulang. Daur ulang bukan solusi tepat yang harus diarahkan adalah mengurangi," katanya, Sabtu (27/10/2018) dalam Press Briefing Bali Ocean Clean Up dalam rangkaian Gelaran Our Ocean Conference 2018 di Kuta. 

National Coordinator Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik Rahyang Nusantara mengatakan saat ini beberapa daerah di Indonesia sudah mulai mengeluarkan peraturan tentang penggunaan kantong plastik.

Banjarmasin adalah daerah pertama yang menerapkan peraturan tersebut sejak 2016. Setelah dua tahun berlalu, plastik di wilayah tersebut dinyatakan berkurang hingga 45%.

Kota lainnya yang menerapkan aturan sejenis yakni Balikpapan dan Bogor. Denpasar akan menajdi kota keempat yang menerapkan aturan tersebut, mulai 1 Januari 2019.

"Pelarangan kantong plastik ini akan menjadi tren. Selama ini setiap kita melakukan clean up di pantai yang paling sering ketemu adalah sampah plastik," katanya. 

Founder Bye Bye Plastic Bags Melati Wijsen mengatakan pihaknya saat ini juga sedang mendorong masing-masing toko dan pelaku bisnis di Bali untuk membuat komitmen tentang penggunaan plastik.

Pelaku bisnis di Bali diminta berkomitmen mengurangi 6 item jenis plastik dan bagi yang sudah melakukan akan mendapat stiker tanda komitmen. 

"Pembeli jadi tahu bahwa toko ini berkomitmen dalam mengurangi sampah plastik," katanya. 

Tag : laut, plastik
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top