Polisi Periksa Presiden PKS Sohibul Iman

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman memenuhi panggilan kepolisian pada Selasa (23/10/2018) dengan status sebagai saksi terlapor, terkait laporan dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik terhadap Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.
Aziz Rahardyan | 23 Oktober 2018 12:06 WIB
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman (kiri) memenuhi panggilan kepolisian pada Selasa (23/10) terkait laporan dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik terhadap Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah./JIBI - BISNIS/Aziz Rahardyan

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman memenuhi panggilan kepolisian pada Selasa (23/10/2018) dengan status sebagai saksi terlapor, terkait laporan dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik terhadap Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

Menurut pemantauan Bisnis, Sohibul tiba di Polda Metro Jaya sekitar pukul 11.00 WIB. Mengenakan kemeja putih bercorak emas khas simbol politiknya, Sohibul memasuki ruang pemeriksaan dengan cepat karena kedatangannya sedikit terlambat.

"Saya memenuhi panggilan ya, ini agak telat karena tadi harus tawaf (memutar) dulu, pintunya ditutup semua," ujarnya.

Sohibul menyatakan akan memberikan keterangan kepada pers setelah pemeriksaan selesai. Pemeriksaan Sohibul dijadwalkan pukul 10.00 WIB  oleh pihak kepolisian.

Sebelumnya, Kombes Pol Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya, mengharapkan mantan Wakil Ketua DPR periode 2013-2014 ini memenuhi panggilan sebab status pemeriksaan Sohibul telah naik dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan.

Kasus ini bermula dari laporan Fahri Hamzah pada Sohibul dengan surat Laporan Polisi Nomor : LP/1265/III/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 8 Maret 2018.

Sohibul dilaporkan lantaran diduga melanggar Pasal 27 Ayat 3 dan Pasal 43 Ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 311 KUHP dan atau 310 KUHP.

Fahri Hamzah menganggap Sohibul menyampaikan pernyataan yang menjurus fitnah pada dirinya di media elektronik, sehingga merusak iklim hukum di Indonesia, serta merusak citra PKS.

Tag : pks, fahri hamzah
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top