Mobil Mewah Delegasi itu Ternyata eks Taksi. Logo dan Argometer Dicopot

Di kawasan The Nusa Dua BTDC, akan sangat mudah menemui lalu lalang kendaraan merek Mercedez Benz lalu lalang dikawal motor patroli milik kepolisian. Sekilas, tampilan kendaraan yang mengangkut delegasi berpakaian jas dan klimis itu mewah. Maklum, mereknya saja Mercedez Benz.
Feri Kristianto | 11 Oktober 2018 17:37 WIB
Sebanyak 430 mobil sedan dari Blue Bird terparkir rapi di Lapangan Lagoon, Nusa Dua untuk mengantar tamu kenegaraan IMF-WB 2018. - BISNIS.COM/ Ni Putu Eka Wiratmini

Bisnis.com, DENPASAR – Di Denpasar, Bali ada sebuah koran lokal yang memiliki moto Yang Penting Beritanya Bung. Moto ini saya pinjam dengan sedikit revisi menjadi Yang Penting Rasanya Bung. Meskipun penampilan penting, rasa juga tidak kalah pentingnya. Prinsip ini yang agaknya dianut oleh panitia Annual Meeting IMF-World Bank Group 2018 di Nusa Dua Bali.

Di kawasan The Nusa Dua BTDC, akan sangat mudah menemui lalu lalang kendaraan merek Mercedez Benz lalu lalang dikawal motor patroli milik kepolisian. Sekilas, tampilan kendaraan yang mengangkut delegasi berpakaian jas dan klimis itu mewah. Maklum, mereknya saja Mercedez Benz.

Namun, meskipun tergolong kendaraan mewah, ternyata mobil-mobil yang lalu lalang ini tidak semewah seperti dibayangkan. Sejumlah sopir Mercedez Benz itu ketika ditemui Bisnis menjelaskan kendaraan itu buatan tahun lama, yakni 2013 dan 2015. Jenisnya adalah Mercedez Benz tipe E200 CGI dengan kapasitas mesin sebesar 2.000 Cc.

Mobil-mobil ini sehari-hari merupakan taksi premium yang sering lalu lalang di DKI Jakarta. Sebelum dioperasikan untuk Annual Meeting IMF-World Bank Group 2018, mobil itu juga sempat digunakan sebagai kendaraan operasional Asian Games 2018 di Jakarta.

Seminggu setelah perhelatan di ibukota rampung, mobil ini langsung dikirimkan ke Pulau Dewata menggunakan truk pengangkut. Untuk menyesuaikan kebutuhan penyelenggaraan Annual Meeting IMF-World Bank Group 2018, papan penunjuk taksi dan mesin pembaca jarak yang lazim ada di dalam taksi untuk sementara dicabut.

“Karena sudah tidak sempat dipasang akhirnya sekalian saja tidak ditempel. Termasuk mesin di depan argo juga dicopot. Yang saya sopiri ini mungkin tahun depan sudah masuk lelang,” tutur salah seorang sopir delegasi ketika ditemui di BCIC, Nusa Dua.

Meski bukan buatan baru, kualitas mesin dijamin masih bagus. Sebelum digunakan, seluruh kendaraan itu sudah mengalami sejumlah pemeriksaan agar aman sekaligus nyaman bagi delegasi. Ketua Pelaksana Harian Annual Meeting IMF-World Bank Group 2018 Susiwijiono mengatakan pada awalnya, panitia tidak merencanakan menyewa jenis Mercedez Benz.

Pilihan awal kendaraan bagi delegasi adalah jenis Toyota Camry. Kendala menghadang saat rencana menyewa buatan Toyota itu, yakni susah mewujudkan pasokan Camry sebanyak 400 unit. Panitia juga sempat berpikir menyewa jenis mobil mewah buatan Eropa, tetapi sekali lagi terkendala masalah pasokan.

“Dari awal kami memang tidak ada rencana membeli mobil baru, dan waktu itu kami ingin sewa. Waktu Camry tidak bisa, sempat beralih ke merek lain tetapi selisih harga sewanya lebih mahal dan perlu waktu pengadaan karena jumlah 400 unit tidak mudah,” jelasnya ditemui di Nusa Dua, Kamis (11/10/2018).

Akhirnya disepakati menyewa dari salah satu perusahaan taksi domestik. Karena pertimbangan keseragaman, jenis E Class dipilih oleh panitia dibandingkan ajenis S Class. Susiwijiono enggan menangapi perihal status kendaraan itu adalah taksi. Dia menegaskan seluruh kendaraan sudah dilakukan ramp cek dan dijamin memberikan rasa nyaman bagi delegasi.

Ketua Pelaksana IMF-World Bank Group 2018 Luhut B Pandjaitan menegaskan inilah bentuk pengiritan yang panitia lakukan. Menko Kemaritiman ini juga membantah anggapan bahwa ajang Annual Meeting IMF-World Bank Group menjamu tamu dengan kemewahan. Padahal, delegasi difasilitasi mobil taksi.

Tag : annual meetings IMF-World Bank
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top