Uji Coba e-Tilang Jaring 613 Pelanggar dalam 6 Hari

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat ada 613 pelanggar lalu lintas selama masa uji coba sistem tilang electronic traffic law enforcement (E-TLE) yang berlangsung pada 1-6 Oktober 2018.
Sholahuddin Al Ayyubi | 08 Oktober 2018 09:10 WIB
Sejumlah kendaraan melintas di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (20/9). Pemprov DKI Jakarta bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya pada awal Oktober 2018 akan melakukan uji coba sistem tilang elektronik (e-tilang) untuk pelanggaran kecepatan, pelanggaran rambu lalu lintas, pelanggaran marka, tindakan melawan arus, pengeteman, dan parkir liar. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat ada 613 pelanggar lalu lintas selama masa uji coba sistem tilang electronic traffic law enforcement (E-TLE) yang berlangsung pada 1-6 Oktober 2018.
 
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf mengungkapkan pelanggar paling banyak didominasi oleh kendaraan plat hitam dengan jumlah 369 pelanggar, sedangkan plat kuning 61 pelanggar. Pihaknya juga menemukan pelanggar dari plat merah dengan jumlah 20 pelanggar dan plat TNI/Polri yaitu 16 pelanggar.
 
"Ada juga plat kedutaan (CD) sekitar 10 pelanggar, plat dari luar DKI Jakarta 2 pelanggar, dan diskresi petugas 19 pelanggar. Terakhir, plat not recognize (tidak dikenali) 116 pelanggar," tuturnya, Senin (8/10/2018).
 
Yusuf mengakui sejak hari pertama hingga keenam berjalannya uji coba, total jumlah pelanggar mengalami penurunan setiap harinya. Jika pada hari pertama ujicoba sistem e-tilang tersebut ada 232 pelanggar, maka pada hari keenam hanya ada 27 kendaraan yang melanggar.
 
"Total keseluruhan dari hari pertama sampai hari keenam itu ada 613 jumlah pelanggar lalu lintas selama masa uji coba ini," sebutnya.
 
 
 

Tag : lalu lintas, e-Tilang
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top