Hoaks Ratna Sarumpaet Cermin Krisis Moral

Pengamat Media Sosial Eddy Yansen menyebut kasus hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet tidak hanya menggambarkan krisis pemahaman ruang publik khususnya media sosial tetapi juga menggambarkan krisis moral.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 05 Oktober 2018 05:15 WIB
Ilustrasi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pengamat media sosial menilai masalah hoax dalam ruang publik adalah bagian dari krisis moral pada masyarakat saat ini.

Pengamat Media Sosial Eddy Yansen menyebut kasus hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet tidak hanya menggambarkan krisis pemahaman ruang publik khususnya media sosial tetapi juga menggambarkan krisis moral.

"Di mana perlu diingat bahwa media sosial itu seperti pengeras suara. Sebuah kebaikan yabg menjadi viral menjadi menjadi inspirasi jutaan orang. Sebaliknya sebuah kebohongan atau perbuatan buruk pun bisa teramplifikasi hingga meresahkan jutaan orang," jelas Eddy kepada Bisnis, Kamis malam (4/10/2018).

Dia menegaskan pentingnya menyampaikan adalah tugas semua elemen masyarakat untuk meningkatkan literasi media. Adapun pemahaman konsekuensi mengetik dan berbicara di depan layar handphone.

"Saat seseorang menyalakan api untuk membakar. Maka dia harus siap untuk terbakar sendiri bila tidak berhati hati," papar Eddy. 

Bagi Eddy banjir meme untuk Ratna Sarumpaet sangat wajar. Menurut dia inilah konsekuensi bermain di ruang publik terutama denga  media sosial.
 

Tag : Ratna Sarumpaet
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top