Dorong Pendidikan Vokasi, Pemerintah Siapkan Insentif Dunia Usaha

Tahun depan, pemerintah akan melakukan pengembangan pendidikan vokasi besar-besaran untuk meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) termasuk merumuskan insentif bagi dunia usaha yang terlibat.
Peni Widarti | 03 Oktober 2018 16:03 WIB
Siswa memasang panel surya di atas gedung SMK Prakarya Internasional, Bandung, Jawa Barat, Rabu (30/5/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, SURABAYA -- Tahun depan, pemerintah akan melakukan pengembangan pendidikan vokasi besar-besaran untuk meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) termasuk merumuskan insentif bagi dunia usaha yang terlibat.
 
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan dalam mengukur daya saing sebuah negara, maka SDM menjadi kunci utama. Untuk itu, kualitas SDM harus segera ditingkatkan.
 
"Selama ini, pendidikan SMK bergulat mempelajari teori dan di kelas banyak pelajaran yang normatif. Tapi, ke depan harus dikembangkan langsung oleh dunia usaha," tegasnya saat memberikan sambutan dalam pembukaan Indonesia Business and Development (IBD) Expo, di Grand City Surabaya, Rabu (3/10/2018).
 
Darmin melanjutkan lulusan SMK ternyata terbukti banyak yang menganggur. Padahal, lulusan SMK seharusnya menjadi tenaga yang siap bekerja. Untuk itu, pemerintah harus membuat sistem modul.
 
"Misalnya kalau modulnya bikin rumah ya bikin rumah. Kalau modulnya otomotif ya otomotif, dan itu tidak harus 3 tahun, harusnya 1 tahun," tuturnya.
 
Pemerintah berharap dunia usaha, terutama BUMN, bisa berkontribusi dalam pendidikan vokasi agar calon-calon SDM bisa menguasai lapangan pekerjaan secara langsung, misalnya memberikan pelatihan kepada siswa tersebut.
 
"Itu sebabnya pemerintah merumuskan perlunya insentif bagi dunia usaha termasuk BUMN. Kalau dia ikut dalam pendidikan vokasi, tidak harus bikin sekolah, tapi bisa meminjamkan pegawai yang eksis dalam bidang tertentu," terang Darmin.
 
Namun, tidak menutup kemungkinan BUMN dan dunia usaha secara umum juga bisa membangun sekolah vokasi. Dalam hal ini, pemerintah perlu membangun kerja sama dengan dunia usaha. 
 
Darmin menambahkan, pengembangan SDM ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong investasi dan industri yang bertujuan ekspor.
 
Adapun pembukaan IBD Expo dihadiri oleh peserta pameran yakni BUMN, pemerintah, hingga masyarakat umum dan para pencari kerja. Acara yang berlangsung 3-6 Oktober 2018 di Grand City Surabaya ini memanjakan pengunjung lewat Festival Kopi Nusantara yang menyuguhkan berbagai minuman berbahan kopi dari penjuru Nusantara gratis selama gelaran acara. 

Selain itu, juga akan ada pengenalan program sosial BUMN seperti Rumah Pangan Kita (RPK), Balai Ekonomi Desa (Balkondes), Rumah Kreatif BUMN (RKB), Program Pelestarian Badak, dan Kelompok Kerja Papua (Pokja Papua).

Kegiatan ini digelar dengan tujuan agar masyarakat semakin dekat dengan BUMN dan sebaliknya membuat BUMN dapat melakukan promosi nyata langsung ke masyarakat.

Tag : darmin nasution, vokasi
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top