Kemenhub Bantu Trauma Healing bagi Anak Korban Gempa Lombok

Kementerian Perhubungan menggelar program trauma healing bagi masyarakat Lombok pascagempa bumi yang terjadi beberapa waktu yang lalu.
Sri Mas Sari | 16 September 2018 23:28 WIB
Sejumlah warga beristirahat dekat rumahnya yang roboh pascagempa di Dusun Labuan Pandan, Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB, Senin (20/8). Pascagempa bumi yang berkekuatan 7 Skala Richter mengguncang Lombok pada Minggu malam pukul 22.56 Wita mengakibatkan sejumlah rumah di daerah tersebut roboh dan puluhan warga mengungsi. - Antara
Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan menggelar program trauma healing bagi masyarakat Lombok pascagempa bumi yang terjadi beberapa waktu yang lalu.
 
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Lembar M. Hermawan mengatakan Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menaruh perhatian terhadap bencana gempa bumi di pulau itu.
 
Sebelumnya, Ditjen Perhubungan Laut telah membantu mengevakuasi para wisatawan dari 3 Gili saat gempa tersebut, mengumpulkan bantuan sumbangan kemanusiaan, dan membangun 50 unit hunian transisi bagi masyarakat di wilayah Pelabuhan Pemenang Lombok.
 
"Menyambut Hari Perhubungan Nasional 2018, kami dan Dishub Provinsi NTB menggelar program trauma healing dengan mengajak anak-anak SD di wilayah Lombok naik ke kapal KMP Dharma Ferry IX milik PT Dharma Lautan Utama yang bertolak dari dermaga III PT ASDP Lembar," ujar ermawan dalam siaran pers, Minggu (16/9/2018).
 
Menurut dia, ide program tersebut berawal dari perhatian para unsur maritim di Lembar untuk menyelenggarakan trauma healing bagi 400 siswa SD dengan menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB).
 
Berbagai macam permainan dan hiburan diberikan oleh tim trauma healing di atas kapal. Para siswa juga menerima bingkisan yang ditempatkan di dalam tas sekolah dan makan bersama di atas kapal,
 
Sementara itu, Dirjen Perhubungan Laut, Agus H. Purnomo menyambut baik kegiatan trauma healing yang digelar KSOP Kelas III Lembar bekerja sama dengan Dinas Perhubungan NTB dan unsur maritim lainnya di wilayah Lombok.
 
"Saya rasa hal tersebut diperlukan bagi masyarakat korban gempa, terutama anak-anak, agar tidak meninggalkan rasa trauma berkepanjangan dan NTB dapat segera bangkit pascagempa bumi," ujar Agus.
 
Tag : gempa lombok
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top