Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Berawal dari Kemandirian Pangan, Muncul Usaha Baru

Kesadaran untuk memulai mandiri secara finansial dan memanfaatkan sumber daya alam sekitar harus dimulai sejak usia muda.
Putri Zakia Salsabila
Putri Zakia Salsabila - Bisnis.com 06 September 2018  |  02:12 WIB
Berawal dari Kemandirian Pangan, Muncul Usaha Baru
Ilustrasi sayur mayur - Antara/Noveradika
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kesadaran untuk memulai mandiri secara finansial dan memanfaatkan sumber daya alam sekitar harus dimulai sejak usia muda.

Di antara guncangan inflasi dan harga pokok yang tidak stabil serta imbas pembatasan impor barang, tampaknya memanfaatkan lahan menjadi salah satu alternatif lain untuk hidup mandiri.

Menanam sayuran, buah, atau bumbu dapur menjadi salah satu cara baik untuk memulai kemandirian pangan.

Hal itu dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan kosong, ruangan kosong, dan beberapa barang bekas pakai yang masih bisa didaur ulang.

Selain menciptakan hobi baru, menanam sayur sendiri dapat memberikan kepuasan apabila hasil panen dapat kita nikmati atau dari hasil panen dapat menciptakan sebuah produk layak jual.

Seperti yang telah dilakukan oleh Asosiasi Pemuda Nusantara (Ampura) di Nganjuk, Jawa Timur, yang menciptakan produk cokelat kelor sehat, teh, susu kedelai bubuk Marasake, minuman kesehatan Akar Tanjung, brownies tempe Japo dan pupuk cair organik‘Manutta’ dari hasil panen mandiri.

Pola penanaman vertikultur dan pemanfaatan lahan sempit menjadi salah satu upaya awal yang dilakukan oleh asosiasi yang berpusat di Pondok Modern Sumber Daya (Pomosda) At-Taqwa Nganjuk ini.

Berdasarkan visi awalnya “Membuat dan menciptakan masyarakat yang memahami tujuan hidup”, Ketua Ampura Arif Asyathori mulai mengajak para pemuda kemudian masyarakat untuk mewujudkan visinya.

“Awalnya kami ajak beberapa pemuda untuk mulai bercocok tanam, dan mengadakan acara-acara yag bersifat stimulus; kegiatan sosial, kerelawanan, dan memakmurkan bumi; kemudian lambat laun, hasil panen mandiri kami produksi untuk menciptakan produk baru” Paparnya.

“Berdasarkan rasa enggan pemuda pada era ini, kami mencoba memberikan ide dan ajakan untuk memulai mandiri pangan dengan sistem kreatif, seperti vertikultur, pemanfaatan sela-sela tanah dan  polybag,” paparnya.

Bagi para pemuda yang hanya memiliki lahan sempit, dia menyatakan juga dapat melakukan sistem tanam tersebut. Dengan demikian, kebutuhan pangan mandiri sedikit demi sedikit dapat teratasi walau belum menyeluruh,

Berawal dari menanam mandiri sayuran selada, kelor, bawang merah, jahe, kedelai, Ampura telah menciptakan berbagai produk yang telah didistribusikan di beberapa kota.

Bahkan, Ampura telah memiliki beberapa cabang regional di setiap provinsi yang memberdayakan para pemuda asli wilayah untuk memulai usaha dengan diawali peka terhadap sumber daya alam di sekitar wilayahnya.

Salah satunya seperti Ampura regional Madiun yang memanfaatkan kulit sapi untuk menciptakan tas dan sepatu berbahan dasar kulit.

Asosiasi ini tidak hanya menggerakan para pemuda untuk berkarya dan peka terhadap alam sekitar, melainkan juga membantu perekonomian petani yang telah bergabung menjadi bagian dari Ampura dengan membeli hasil panen dengan harga tinggi yang tidak terpengaruh oleh fluktuasi harga pasar.

Bagaimana? Tergerak mencoba untuk melakukan kemandirian pangan? Mulailah dengan penanaman sayur atau buah kesukaan Anda. Lahan sempit tak jadi masalah karena sistem penanaman kreatif seperti vertikultur dan penggunaan polybag dapat menjadi pilihan awal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ketahanan pangan
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top