PKS : Menteri Seharusnya Tak Jadi Timses

Masuknya sejumlah menteri yang masih menjabat di Kabinet Kerja sebagai anggota tim sukses pasangan capres Jokowi-Ma’ruf dinilai akan membuat mereka kehilangan fokus dalam membantu menjalankan pemerintahan.
John Andhi Oktaveri | 23 Agustus 2018 20:22 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) dengan para menteri. - Bisnis/Yodie Hardiyan

Bisnis.com, JAKARTA--Masuknya sejumlah menteri yang masih menjabat di Kabinet Kerja sebagai anggota tim sukses pasangan capres Jokowi-Ma’ruf dinilai akan membuat mereka kehilangan fokus dalam membantu menjalankan pemerintahan.

Kritikan yang disampaikan Ketua Bidang Humas DPP PKS, Ledia Hanifa itu disampaikannya setelah koalisi parpol pendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf menempatkan sejumlah menteri Kabinet Kerja dalam struktur timses pemenangannya.

Menurutnya, setidaknya ada empat pembantu Jokowi yang masih bercokol di kabinet namun menjadi anggota Timses . Mereka adalah Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Ledia mengapresiasi sikap Menteri Keuangan Sri Mulyani yang memutuskan mundur dari timses Jokowi-Ma'ruf.

"Saya mengapresiasi para menteri yang mundur dari kesertaannya sebagai tim kampanye nasional salah satu pasangan calon," kata Ledia, Kamis (23/8).

Menurut Ledia, pada tingkat pilkada saja, pejabat publik harus cuti saat kampanye. Langkah itu diambil agar tidak ada kepentingan selain mengganggu pekerjaan utamanya.

"Tugas menteri sebagai pembantu presiden harus diutamakan," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mundur dari Timses Jokowi-Ma'ruf karena ingin fokus mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sri Mulyani sebelumnya sempat didapuk menjadi salah satu anggota Dewan Pengarah di Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf untuk Pilpres 2019.

Jokowi juga pernah mengatakan tidak akan mengizinkan menterinya rangkap jabatan sebagai ketua umum partai politik. Akan tetapi Airlangga Hartarto hinggi kini tidak mengundurkan diri sebagai ketua umum partai dan merangkap jabatan sebagai menteri.

Tag : pks, Pilpres 2019
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top