Moeldoko Apresiasi Penanganan Kebakaran Hutan

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengapresiasi Satgas Karhutla penanganan kebakaran hutan di sejumlah daerah menjelang Asian Games ke-18 Agustus mendatang.
David Eka Issetiabudi | 25 Juli 2018 16:40 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat memberikan keterangan terkait dengan langkah penanganan kabekaran hutan.Bisnis - David E. Issetiabudi

Kabar24.com, JAKARTA — Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengapresiasi Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran, Hutan, dan Lahan (Karhutla) dalam penanganan kebakaran hutan di sejumlah daerah menjelang Asian Games ke-18 Agustus mendatang.

Mantan Panglima TNI ini pun menyebut penanganan kebakaran hutan di daerah tidak reaktif tetapi langsung bereaksi menangani titik-titik api. Menurutnya, pemerintah patut sensitif terkait pandangan negara luar terhadap penanganan kebakaran hutan yang terjadi tahun lalu.

“Untuk itu kita berharap dalam penanganan [karhutla] di musim panas yang sedang berjalan ini. Saya sudah dengar dari berbagai daerah, ketika ada kemunculan titik api dan langsung ditangani dan cepat selesai,” tuturnya, Rabu (25/7/2018).

Dalam situasi musim kemarau yang sedang berlangsung, menurutnya, wajar jika aka nada titik api yang bermunculan. Akan tetapi, Moeldoko mengatakan yang terpenting saat ini adalah bagaimana cara menyikapi persoalan menahun ini.

Untuk memastikan penanganan karhutla berjalan lancer, KSP mengundang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, BMKG, Badan Restorasi Gambut, pemerintah daerah dan lainnya. Untuk perwakilan pemerintah daerah, tampak hadir perwaikaln dari Aceh, Riau, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat dan lainnya.

“Ini adalah bentuk antisipasi, kita kumpul adalah bentuk mitigasi awal, adalah bentuk mitigasi, kita kumpul disini menyiapkan masing masing adaerha, semua bekerja,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Badan Restorasi Gambut Nazir Foead mengatakan bahwa kondisi terakhir dari tingkat kelembaban dan tingkat muka air gambut, kondisinya beragam. Dalam artian, ada juga yang posisi air berada di bawah 1 meter permukaan tanah.

“Tapi ada dua titik yang kita agak khawatir karena rendah sekali, tapi kita khawatir alatnya salah hitung jadi lagi ngirim orang ke lapangan,” katanya.

Dua titik yang dimaksud salah satunya Ogan Komerang Ilir. Menurutnya, untuk OKI yang menjadi permasalahan karena posisinya di selatan Palembang. Sementara itu, satu titik lainnya berada di daerah yang dekat dengan perbatasan Jambi.

“Di OKI masih lumayan baik ada yang masih tergenang, ada yang 20 cm di bawah permukaan, ada yang 60 cm di bawah permukaan. Untuk 60 cm di bawah permukaan, itu sudah harus was-was. yg 20 cm atau 0, misalnya banjir, ya bagus,” tambahnya..

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
moeldoko, Karhutla

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top