Ini Dia Inovasi Pengolahan Sampah Tetra Pak

Perusahaan pengemasan global, Tetra Pak Indonesia meluncurkan berbagai inovasi pengolahan kemasan dalam acara Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2018. Inovasi tersebut dilakukan untuk mendukung Pemerintah Indonesia untuk mengelola sampah kemasan dalam menyongsong Indonesia Bebas Sampah 2020.
Dewi Andriani | 23 Juli 2018 22:59 WIB
Ilustrasi - Jibiphoto

Bisnis,com, JAKARTA -- Perusahaan pengemasan global, Tetra Pak Indonesia meluncurkan berbagai inovasi pengolahan kemasan dalam acara Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2018. Inovasi tersebut dilakukan untuk mendukung Pemerintah Indonesia untuk mengelola sampah kemasan dalam menyongsong Indonesia Bebas Sampah 2020.

“Partisipasi kami merupakan bukti atas pendekatan pengurangan dampak lingkungan, dengan menciptakan tata kelola rantai nilai pengolahan kemasan karton bekas minuman melalui mitra pengumpul dan pendaur yang kami bina bertahun-tahun,” ujar Reza Andreanto, Environment Manager Tetra Pak Indonesia dalam rilis yang diterima Bisnis, Senin (23/7/2018).

Inovasi yang dihadirkan oleh Tetra Pak antara lain penggunaan kertas sebagai sumber daya terbarukan yang sangat aman dan berkualitas sebagai bahan utama pengemasan produk makanan dan minuman.

Pengelolaan lacak-balak (chain of custody) kertas sebagai bahan baku dari kemasan itu sendiri juga harus mendapatkan sertifikasi dari Forest Stewardship Council® (FSC®) yang menjamin bahwa kertas diambil dari hutan lestari yang dikelola secara bertanggung jawab. 

Reza menambahkan kemasan karton Tetra Pak dibuat dengan bahan dasar lapisan kertas (74%), polietilen (21%) dan aluminium (5%) yang keseluruhannya dapat didaur ulang.

“Proses daur ulang kemasan karton bekas ini diawali dengan kegiatan edukasi kepada konsumen secara langsung untuk sadar pemilahan sejak dari sumber, kemudian pengumpulan dan pengangkutan oleh mitra, sampai kepada proses di pabrik daur ulang kertas untuk memisahkan lapisan kertas dari lapisan polietilen dan aluminium. Lapisan-lapisan tersebut diurai dan diolah menjadi produk daur ulang kertas seperti buku tulis, tas belanja, dan poster, sedangkan lapisan polietilen dan aluminium dapat dijadikan papan, furniture maupun atap rumah,” paparnya.

Reza mengatakan bahwa dalam mengembangkan inovasi ini, Terta Pak berkolaborasi dengan berbagai mitra baik formal maupun informal sektor, sebagai upaya untuk mengumpulkan kemasan karton bekas minuman guna memaksimalkan potensi bahan terbarukan ini. Hal ini termasuk dari pengadaan bahan produksi yang berkelanjutan hingga proses daur ulang.

Salah satu bentuk kolaborasi ini adalah Dropbox, yaitu sebuah tempat penampungan terpilah khusus untuk kemasan karton minuman bekas dan sebagai sarana edukasi masyarakat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sampah

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top