Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Aksi Merger & Akuisisi Global Melonjak ke US$2,5 Triliun Dalam 6 Bulan

Aksi korporasi yang melibatkan perusahaan media, termasuk perang penawaran atas 21st Century Fox milik Rupert Murdoch, membantu mendorong aktivitas merger dan akuisisi (M&A) global ke level tertingginya dalam paruh pertama 2018
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 29 Juni 2018  |  13:59 WIB
Merger - Ilustrasi
Merger - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Aksi korporasi yang melibatkan perusahaan media, termasuk perang penawaran atas 21st Century Fox milik Rupert Murdoch, membantu mendorong aktivitas merger dan akuisisi (M&A) global ke level tertingginya dalam paruh pertama 2018.

Menurut data Thomson Reuters Deals Intelligence, nilai kesepakatan korporasi secara global mencapai US$2,5 triliun secara year-to-date, atau naik 64% dibandingkan periode yang sama pada 2017.

Pencapaian ini pun melewati rekor terkuat periode year-to-date sejak 1980. "Perusahaan kini bergerak lebih cepat," kata Hernan Cristerna, co-head of global M&A di JPMorgan Chase&Co, seperti dikutip Reuters, Jumat (29/6/2018).

Adapun sektor yang paling besar mendapatkan proposal M&A adalah industri media, berjumlah sebesar US$322,5 miliar sejauh ini pada 2018, lebih dari enam kali dari penawaran pada tahun lalu di periode yang sama.

Cristerna melanjutkan, sektor media kini lebih siap untuk konsolidasi, setelah hakim federal memberikan dukungannya terhadap rencana akuisisi Time Warner oleh AT&T Inc. tanpa syarat.

Sementara itu, perusahaan teknologi masih belum mampu menyamai pencapaian sektor media tersebut. Masuknya mereka ke dalam layanan video berbayar dapat pula menggiring perusahaan media untuk besar di dalamnya.

"Platform teknologi besar, seperti Amazon, Netflix, dan Alphabet, telah menjadi psaing yang kredibel bagi perusahaan media dan telekomunikasi. Selain itu, mereka juga telah membawa banyak tekanan [terhadap perusahaan media]. Itu merupakan faktor prsetujuan hakim di dalam kesepakatan AT&T/Time Warner," ujar George Boutros, CEO Qatalyst.

Adapun peningkatan jaringan perusahaan telekomuninasi ke generasi teknologi wireless, atau 5G, juga menghadirkan kombinasi Sprint Corp. dan T-Mobile US Inc. sebesar US$26 miliar, diumumkan pada Mei 2018.

Faktor pendorong lainnya pada paruh pertama 2018 ini juga berasal dari pelepasan perusahaan-perusahaan besar. General Electric Co., misalnya, mengumumkan rencana pemisahan awal besar-besaran pekan ini, dengan melepas asetnya senilai US$20 miliar dari unit kesehatan.

Baca Juga : GoPro Bakal Dijual?

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Merger & Akuisisi
Editor : Fajar Sidik
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top