Wapres JK Ingin Pengusaha dan Mahasiswa Berkolaborasi

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla JK mengingatkan agar pengusaha dan akademisi berkolaborasi. Hal itu disampaikan JK saat meresmikan Gedung Center of Microfinance di Kampus Universitas Hasanuddin di Tamalanre, Makassar, Sulawesi Selatan.
Feni Freycinetia Fitriani | 24 Juni 2018 07:15 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla, Rektor Unhas Dwia Aries Tina Pubuluhu, Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Soni Sumarsono, dan Mantan Dirut BRI Asmawi Syam saat peresmian gedung Center Microfinance di Kampus Unhas, Makassar, Sabtu (23/6/2018). - Bisnis/Feni Freycinetia

Bisnis.com, MAKASSAR - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla JK mengingatkan agar pengusaha dan akademisi berkolaborasi. Hal itu disampaikan JK saat meresmikan Gedung Center of Microfinance di Kampus Universitas Hasanuddin di Tamalanre, Makassar, Sulawesi Selatan.

Pembangunan gedung yang berfungsi untuk mengembangkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tersebut merupakan hasil kerja sama kampus dengan Bank Rakyat Indonesia.

Dalam sambutannya, JK menuturkan bahwa pelaku UMKM memiliki keterbasan akses informasi sehingga acap kesulitan mengembangkan usaha.

"Kalau pengusaha besar enak, bisa sewa konsultan, kirim orang ke mana-mana. Pengusaha kecil mana bisa?" katanya di Makassar, Sabtu (23/6/2018).

Itulah sebabnya JK mengingatkan agar pengusaha dan akademisi berkolaborasi. Dia menegaskan agar pihak kampus tidak hanya mengajarkan mahasiswa,khususnya jurusan ekonomi, dengan teori-teori.

Lebih dari itu, mereka dipertemukan dengan pengusaha kecil untuk mengambil pengalaman di lapangan. Sebaliknya, pengusaha bisa belajar dari mahasiswa tentang teori ekonomi, misalnya pembukuan dan teknik pemasaran yang baik.

"Pengusaha kecil akan mendapat manfaat dan itu ilmu. Tetapi, mahasiswa akan mendapatkan pengalaman. Karena, walaupun mahasiswa sudah S1, S2, S3, belum tentu dia punya pengalaman seperti pengusaha kecil. Jadi bukan hanya mengajar, tetapi saling mengajar," imbuhnya.

Pemilik Kalla Group ini mengatakan pemerintah membantu dengan fasilitas kredit murah yaitu KUR (kredit usaha rakyat) sebesar Rp120 triliun tiap tahun. Angka tersebut, lanjutnya, cukup besar untuk pengembangan ekonomi nasional.

Namun, hasilnya tidak akan maksimal apabila tidak diarahkan dengan baik. Karena itu, pemerintah memiliki kewajiban untuk memeratakan keadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Saya bilang yang paling gampang adalah bekerjasama dengan perguruan tinggi, agar ada yang mengelola dengan baik. Seperti kerja sama antara pengusaha dan mahasiswa," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, JK juga mengucapkan terima kasih kepada mantan Direktur Utama Bank BRI Asmawi Syam. Menurutnya, Asmawi lah yang memiliki ide hingga akhirnya mengeksekusi pembangunan Center of Microfinance di Unhas.

JK Berharap BRI tetap melanjutkan pembangunan gedung dan program kolaborasi antara kampus dan UMKM di wilayah lain.

"Laba BRI sekitar Rp25 triliun setahun, [membangun gedung] Rp16 miliar kecil lah. Bikin 10 bisa, semoga nanti ada di kota-kota lain," kata JK.

Tag : umkm, Wapres JK
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top