Polisi Kamboja Gerebek Praktik Ibu Pengganti Ilegal

Aparat keamanan Kamboja menemukan 33 perempuan hamil yang menjadi ibu pengganti alias surrogate bagi para klien dari China.
Annisa Margrit | 23 Juni 2018 15:13 WIB
Ibu hamil - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Aparat keamanan Kamboja menemukan 33 perempuan hamil yang menjadi ibu pengganti alias surrogate bagi para klien dari China.

Puluhan perempuan itu ditemukan dalam operasi membongkar praktik ibu pengganti komersial yang ilegal. Reuters melansir Sabtu (23/6/2018), polisi juga menahan 5 orang termasuk 1 warga China yang menjadi manajer di 2 apartemen di Phnom Penh.

Direktur Badan Anti Perdagangan Manusia Phnom Penh Ko Thea mengatakan empat orang yang ditahan adalah warga Kamboja. Adapun penggeberekan itu dilakukan pada Kamis (21/6).

Namun, para ibu pengganti tidak akan dikenai tuduhan apapun saat ini. Mereka dijanjikan mendapat US$10.000 atau sekitar Rp140 juta untuk praktik ini.

"Mereka menjadi ibu pengganti bagi para klien dari China," ujarnya.

Para ibu pengganti mendapat bayaran secara bertahap. Ketika hamil, mereka mendapatkan US$500,

Ketika si bayi sudah dilahirkan, para ibu pengganti akan dibayar US$300 per bulan sampai jumlahnya genap US$10.000.

Dicabutnya kebijakan satu anak di China ditengarai berkaitan dengan praktik ibu pengganti ini. Meski tidak ada angka pasti, tapi jumlah bayi yang dilahirkan oleh ibu pengganti diprediksi mencapai lebih dari 10.000 bayi per tahun.

Tidak hanya Kamboja, negara-negara Asia lain seperti Thailand dan India juga menjadi sasaran para klien China. Namun, dua negara tersebut sudah melarang praktik ibu pengganti komersial karena rentan eksploitasi.

Praktik ini juga sebenarnya sudah dilarang di Kamboja sejak 2016.

Sumber : Reuters

Tag : perdagangan manusia
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top