Bank Sentral Inggris (BOE) Akan Ganti Gubernur, Ini Nama Kandidat yang Beredar

Inggris tidak perlu repot-repot mencari orang yang tepat untuk menduduki posisi gubernur bank sentralnya. Hal itu disampaikan oleh mantan pembuat kebijakan Bank Sentral Inggris (BOE) Andrew Sentance sebagai kritiknya terhadap petahana Mark Carney yang dinilai tidak terlalu memahami Britania Raya.
Dwi Nicken Tari | 18 Juni 2018 19:40 WIB
Gubernur Bank of England Mark Carney - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Inggris tidak perlu repot-repot mencari orang yang tepat untuk menduduki posisi gubernur bank sentralnya. Hal itu disampaikan oleh mantan pembuat kebijakan Bank Sentral Inggris (BOE) Andrew Sentance sebagai kritiknya terhadap petahana Mark Carney yang dinilai tidak terlalu memahami Britania Raya.

“[Carney] kurang percaya diri untuk menaikkan suku bunga acuan karena dia sendiri tidak mengenal betul kondisi ekonomi Inggris,” kata Sentance, anggota Komite Kebijakan Moneter (MPC) BOE dari 2006-2011, seperti dikutip Bloomberg, Senin (18//6/2018).

Adapun Sentance dikenal telah lama mendorong untuk kenaikan suku bunga dan menghabiskan tahun terakhirnya di MPC dengan memberikan suara untuk pengetatan kebijakan moneter.

“Menurut saya, memiliki orang yang tidak paham mengenai perekonomian Inggris bukanlah hal yang baik,’ ujarnya.

Adapun Chancellor of the Exchequer Philip Hammond memberikan indikasi bahwa dia akan mencari kandidat gubernur BOE hingga keluar negei untuk menggantikan Carney yang seorang Warga Negara Kanada pada musim panas tahun depan.

Adapun di antara kandidat asing yang berpotensi menjadi gubernur BOE adalah Raghuram Rajan, profesor di University of Chicago yang sebelumnya memimpin Bank Sentral India (RBI).

Sementara dari dalam Inggris, kepala Otoritas Perilaku Keuangan Andrew Bailey tampak juga berpotensi, sementara Wakil Gubernur BOE Ben Broadbent dan Dave Ramsden juga dikatakan pantas untuk jabatan tersebut.

Sentance yang kini menjadi penasihat senior ekonomi di PwC menilai komunikasi Carney dengan pasar “sangat buruk”’ untuk menaikkan suku bunga. Oleh karena itu, kini risiko skenario stagflasi pun mulai membayangi ekonomi Inggris.

Tag : ekonomi inggris
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top