KTT UE Diperkirakan Tak Mencapai Mufakat

Bank Sentral Eropa (ECB) dan para pemberi pinjaman yang diawasinya mulai kehabisan waktu untuk mengembangkan aturan merger lintas-batas.ECB dan para pemberi pinjamannya menyatakan, para pembuat kebijakan Uni Eropa perlu mengubah peraturan sehingga konsolidasi keuangan lebih masuk akal.
Dwi Nicken Tari | 18 Juni 2018 14:15 WIB
Presiden European Central Bank (ECB) European Central Bank. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Sentral Eropa (ECB) dan para pemberi pinjaman yang diawasinya mulai kehabisan waktu untuk mengembangkan aturan merger lintas-batas.

ECB dan para pemberi pinjamannya menyatakan para pembuat kebijakan Uni Eropa perlu mengubah peraturan sehingga konsolidasi keuangan lebih masuk akal.  Namun sejauh ini, upaya UE masih terhalang oleh Jerman dan negara-negara kecil yang ingin memastikan bahwa mereka tidak terpapar risiko dari negara lain.

Adapun para pemimpin Zona Euro akan berkumpul pada akhir bulan ini untuk membicarakan tentang integrasi lebih lanjut zona mata uang tunggal, termasuk serikat perbankan yang dimaksudkan untuk menghapus hambatan ekspansi.

Namun, mereka tampaknya belum akan membuat kemajuan yang berarti untuk elemen krusial rencana tersebut, termasuk mengenai sistem asuransi deposito umum.

Selain itu, mereka juga tidak akan memiliki banyak kesempatan untuk menghasilkan kesepakatan sebelum musim semi tahun depan, ketika Pemilu UE. Artinya, perubahan penjaga di Brussels akan membuat para pembuat kebijakan berhenti bergerak  hingga akhir tahun depan.

“Serikat perbankan masih belum, dan belum ada manfaat yang cukup bagi perbankan untuk mempertimbangkan merger,” kata Pauline Lambert, analis perbankan di Scope Ratings, seperti dikutip Bloomberg, Senin (18/6/2018).

Kendati beberapa langkah telah diambil, Lambert mengingatkan, isu-isu pelik seperti perlindungan deposito perlu ditangani secepatnya.

“Saya tidak yakin akankah ada kemajuan di dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ini,”’ ungkapnya.

Tag : ecb, zona euro
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top