Perang Dagang AS-China Berdampak ke Produsen Olahan Daging Babi Terbesar di Dunia

Salah satu produsen terbesar olahan daging babi asal Hong Kong mencatatkan kinerja terburuk tahun ini. Hal ini diperkirakan sebagai dampak perang dagang antara Amerika Serikat dengan China.
Annisa Sulistyo Rini | 12 Juni 2018 23:15 WIB
Ilustrasi daging beku - Reuters/Maxim Zmeyev

Bisnis.com, JAKARTA -- Salah satu produsen terbesar olahan daging babi asal Hong Kong mencatatkan kinerja terburuk tahun ini. Hal ini diperkirakan sebagai dampak perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Seperti dilansir dari Bloomberg, Selasa (12/6/2018), WH Group Ltd., produsen olahan daging babi terbesar di dunia mencatatkan penurunan harga saham sebesar 3,6% pada hari ini pada break tengah hari, menyebabkan kerugian sebesar 11% selama 3 hari dan menjadi kinerja terburuk pada tahun di bursa Hong Kong.

Karena pendapatan perusahaan tersebut disumbang oleh penjualan dari AS, para investor melepas saham mereka menjelang deadline pengumuman produk dari China akan dikenakan tarif sebesar 25% pada 15 Juni 2018.

"Sebagian besar investor berpikir bahwa pengenaan tarif tersebut benar-benar akan terjadi. Mereka mencoba menurunkan risiko pada perusahaan-perusahaan yang akan terkena dampak kebijakan tersebut, salah satunya WH Group yang memiliki penjualan besar ke AS," kata Linus Yip, analis First Shanghai Securities.

Aksi jual saham telah meningkat setelah Credit Suisse Group AG memberikan downgrade ke perusahaan tersebut. Credit Suisse menurunkan peringkat saham menjadi netral dalam laporan pekan ini.

Peningkatan ketegangan dalam perdagangan daging babi internasional dan harga komoditas yang rendah menjadi alasan penurunan grade tersebut. Diproyeksikan, kinerja WH pada paruh kedua nanti akan menjadi kekecewaan besar bagi investor karena pemulihan yang diharapkan di pasar AS tidak terjadi.

Kendati demikian, WH memiliki peringkat konsensus tertinggi ketiga pada Indeks Hang Seng, bahkan sedikit di atas perusahaan lain, seperti Tencent Holdings Ltd, dengan 17 rekomendasi beli dan peringkat nol jual. Saham WH bergabung pada Indeks Hang Seng pada tahun lalu ketika mengalami rally sebesar 41%.

Tag : daging
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top