LAPORAN DARI TOKYO: Indonesia & Vietnam Ingin Inisiasi Standardisasi Upah Buruh Asean

Indonesia dan Vietnam ingin menginisiasi standardisasi upah buruh dengan negara-negara anggota Asean.
Lingga Sukatma Wiangga | 12 Juni 2018 15:25 WIB
Ilsutrasi karyawan pabrik tekstil. - Antara/R. Rekotomo

Bisnis.com, TOKYO – Indonesia dan Vietnam ingin menginisiasi standardisasi upah buruh dengan negara-negara anggota Asean.

Hal itu menjadi salah satu pembahasan saat Wakil Presiden Jusuf Kalla bertemu dengan Deputi Perdana Menteri Republik Sosialis Vietnam Truong Hoa Binh di sela-sela konferensi Future of Asia di Tokyo, Jepang.

“Tentang minimum salary antara pekerja-pekerja Indonesia, Vietnam dan negara lain [Asean] supaya tidak ditekan terus oleh industri, jadi kita mau bikin kerja sama,” ujar Jusuf Kalla atau JK usai pertemuan itu, Selasa (12/6).

Standardisasi itu dibutuhkan karena upah pekerja di Indonesia lebih tinggi daripada di Vietnam. Hal itu membuat investor dari luar Asia Tenggara lebih nyaman berinvestasi di Vietnam.

Namun, di sisi lain kesejahteraan buruhtidak merata. Di Vietnam, kata JK, kesejahteraan rakyatnya tidak bisa naik cepat karena mendapat gaji yang rendah.

“Oleh karena itu, kalau di Indonesia kan ada gaji minimum, UMR; kita juga sedang membicarakan bagaimana membuka upah minimum regional Asean,” ujarnya.

Dia pun menegaskan hal itu sudah dijajaki oleh Menteri tenaga Kerja Hanif Dhakiri. Hanif oleh JK sudah diminta membahas hal tersebut dengan Menteri Tenaga Kerja Vietnam dan negara Asean lainnya.

Tag : upah buruh, Wapres JK
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top