Baznas Operasikan Zakat Virtual Assistant Pertama di Indonesia

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggandeng PT Artina Digitama Indonusa (Artdigi) membuat inovasi layanan baru Zakat Virtual Assistant Chatbot untuk memudahkan masyarakat membayar zakat.
Nurudin Abdullah | 25 Mei 2018 18:27 WIB
Deputi Baznas M. Arifin Purwakananta menjelaskan mengenai Zakat Virtual Assistant di Jakarta, Jumat (25/5/2018). - JIBI/Nurudin Abdullah

Bisnis.com, JAKARTA-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggandeng PT Artina Digitama Indonusa (Artdigi) membuat inovasi layanan baru Zakat Virtual Assistant Chatbot untuk memudahkan masyarakat membayar zakat.

Deputi Baznas, M. Arifin Purwakananta, mengatakan inovasi layanan digital Zakat Virtual Assistant Chatbot atau yang kemudian disebut Zaki itu merupakan inovasi baru yang pertama di Indonesia.

“Inovasi layanan digital Zaki dihadirkan untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi zakat infak dan sedekah secara mudah, cepat, nyaman dan bersahabat,” katanya saat peluncuran progam Zaki, di Jakarta. Jumat (25/5/2018).

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi di dunia zakat infak dan sedekah  merupakan tantangan tersendiri, terutama di era 4.0 yang semua lini saling terhubung.

Maka, lanjutnya, strategi besar Baznas adalah mengampanyekan gerakan zakat melalui berbagai saluran komunikasi online yang akan memudahkan muzaki (pembayar zakat) sesuai trend digital yang berkembang di Indonesia. 

"Fitur Zaki dapat diakses melalui aplikasi messenger LINE dengan nama @zakibaznas dan dalam waktu dekat akan hadir di aplikasi chat Facebook Messenger,” tegasnya.

Dia menjelaskan dengan fitur Zaki juga bisa dihitung jumlah zakat secara akurat, literasi, edukasi zakat, informasi program sosial dan kemanusiaan Baznas serta peta lokasi masjid terdekat, pengingat jadwal salat dan materi dakwah.   

“Selain itu, dengan teknologi chatbot yang dilengkapi dengan Natural Language Process memungkinkan Zaki dapat bercakap-cakap dengan pengguna hingga menganalisa keinginan dari para pengguna,” ungkapnya. 

Sementara itu CEO Artdigi, Ari Lastina, mengatakan dengan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tersebut Zaki dikembangkan untuk tanggap merespon pengguna bertransaksi, mendapatkan informasi hingga berinteraksi.

“Perkembangan chatbot mendorong Artdigi mengintegrasikan fungsi chatbot, tidak hanya untuk engage dengan pengguna untuk promosi atau pembelian produk, tapi juga dapat dioptimalkan dari sisi convenience factor untuk fungsi sosial, seperti apa yang Zaki lakukan,” katanya.  

Menurutnya, melalui pendekatan human touch dari layanan Zaki, baik Baznas maupun Artdigi berharap masyarakat lebih bergiat dalam berzakat hingga kesejahteraan sosial dapat terwujud.

Tag : zakat, baznas, virtual
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top