Setelah Jalani Perawatan RS, Melania Trump Telah Kembali ke Gedung Putih

Melania Trump, istri Presiden AS Donald Trump, telah kembali ke Gedung Putih pada Sabtu (19/5/2018) settelah menjalani tindakan medis untuk menyembuhkan kondisi ginjalnya.
Linda Teti Silitonga | 20 Mei 2018 00:11 WIB
Ibu Negara Amerika Serikat Melania Trump. - .Instagram @flotus

Bisnis.com, JAKARTA -- Melania Trump, istri Presiden AS Donald Trump, telah kembali ke Gedung Putih pada Sabtu (19/5/2018) settelah menjalani tindakan medis untuk menyembuhkan kondisi ginjalnya.

Juru bicara, Stephanie Grisham mengatakan dalam pernyataannya bahwa Melania Trump telah kembali ke Gedung Putih pada Sabtu pagi.

"Dia beristirahat dengan nyaman dan tetap bersemangat tinggi," kata Grisham seperti dikutip Reuters, Sabtu (19/5/2018).

Seperti diketahi, sebelumnya diberitakan Melania Trump, menjalani operasi untuk menyembuhkan kondisi ginjalnya.

Juru bicara Stephanie Grisham mengatakan bahwa Melania melakukan prosedur embolisasi untuk menyembuhkan ginjalnya. Prosedur ini dilakukan dengan memotong aliran darah ke tumor atau jaringan yang tidak normal di dalam tubuh.

Namun, tidak dijelaskan kondisi seperti apa yang sebenarnya dialami olehnya.

"Prosedur ini berhasil dan tidak ada komplikasi. Dia tidak sabar untuk sembuh sepenuhnya sehingga bisa melanjutkan pekerjaannya atas nama anak-anak dimanapun," ungkapnya, seperti dilansir Reuters, Selasa (15/5/2018).

Operasi dilakukan di Walter Reed National Military Medical Center, Washington DCi.

Keith Kowalczyk, seorang urolog dari MedStar Georgetown University Hospital, menyatakan berdasarkan informasi yang diperoleh kemungkinan mendapatkan perawatan medis untuk tumor jinak atau angiomyolipoma.

"Ini adalah jenis tumor jinak yang paling sering ditemukan. Itu tumor, yang artinya itu bertumbuh. Tidak perlu khawatir tumor itu akan menyebar atau berubah. Sekali ditangani, maka itu akan sembuh," ujarnya.

Kowalczyk melanjutkan perempuan di usia akhir 40 tahun menjadi kelompok yang paling sering mengalami kondisi ini, mencakup 80%-90% dari seluruh kasus yang ditemukan. Dia menambahkan prosedur ini memiliki tingkat keberhasilan sebesar 90%.

Tag : Donald Trump
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top