Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenlu Didesak Panggil Dubes AS dan Sampaikan Nota Protes

Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR Nurhayati Ali Assegaf mendesak Kemenlu segera memanggil Duta Besar AS terkait pembukaan Kedutaan Besar negera itu di Yerusalem yang mendapat kecaman dunia internasional termasuk Indonesia.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 15 Mei 2018  |  16:36 WIB
Warga Palestina berunjuk rasa memprotes pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem di Israel, Senin (14/5). - Reuters/Ibraheem Abu Mustafa
Warga Palestina berunjuk rasa memprotes pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem di Israel, Senin (14/5). - Reuters/Ibraheem Abu Mustafa

Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR  Nurhayati Ali Assegaf mendesak Kemenlu segera memanggil Duta Besar AS terkait pembukaan Kedutaan Besar negera itu di Yerusalem yang mendapat kecaman dunia internasional termasuk Indonesia.

“Saya apresiasi kecaman Pemerintah kita. Tapi saya minta Duta Besar AS segera dipanggil dan sampaikan kepadanya nota protes keras,” ujar Nurhayati, Selasa (15/5/2018).

Menurutnya, Pemerintah juga harus mendesak PBB melakukan penyelidikan atas tewasnya puluhan demonstran Palestina yang memrotes langkah Amerika Serikat tersebut.

Hingga kini sedikitnya 58 orang tewas dan ribuan orang luka-luka akibat ditembak pasukan Israel di wilayah Gaza karena melakukan aksi protes atas pemindahan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

“Kita adalah negara Muslim terbesar. Kita harus ambil peran lebih maju,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa DPR melalui BKSAP telah dan terus secara konsisten menyuarakan kepentingan Palestina di ragam forum parlemen.

“Saya dan Delegasi DPR seperti di IPU (forum parlemen dunia) dan PUIC (forum parlemen negara-negara OKI) serta AIPA (forum parlemen Asean) konsisten mendukung perjuangan Palestina dan mengutuk tindakan brutal Israel,” ujarnya.

Lebih jauh politisi Partai Demokrat itu menilai dunia internasional telah gagal menghentikan kebijakan-kebijakan provokatif Donald Trump.

“Dunia sebelumnya ramai-ramai mengecam rencana pemindahan kedutaan AS pada Desember tahun lalu. Tapi yang kita lihat sekarang justru Trump melenggang meresmikan kedutaan AS di Yerusalem,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dubes as retno marsudi
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top