Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

China–AS Lanjutkan Pembahasan Perang Dagang di Washington

Pemerintah ekonomi teratas China akan melakukan kunjungan ke Washington, Amerika Serikat pada pekan depan untuk melanjutkan perundingan perdagangan dengan pemerintahan Trump. Setelah melakukan diskusi di Beijing pada pekan lalu untuk menghasilkan kesepakatan daftar panjang tuntutan perdagangan AS.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 08 Mei 2018  |  21:46 WIB
Ilustrasi. - JIBI/Reuters
Ilustrasi. - JIBI/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah ekonomi teratas China akan melakukan kunjungan ke Washington, Amerika Serikat pada pekan depan untuk melanjutkan perundingan perdagangan dengan pemerintahan Trump. Setelah melakukan diskusi di Beijing pada pekan lalu untuk menghasilkan kesepakatan daftar panjang tuntutan perdagangan AS.

“Kami mengerjakan sesuatu yang kami pikir bisa memberikan kebaikan untuk semua orang,” kata juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders, dikutip dari Reuters, Selasa (8/5).

“Wakil Perdana Menteri China, selaku penasihat ekonomi, Liu He akan datang ke sini [Gedung Putih] pekan depan untuk melanjutkan diskusi dengan tim ekonomi Presiden AS,” ujar Sanders.

Delegasi AS yang terdiri dari tujuh orang dan dipimpin oleh Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mempresentasikan pada Liu dan sejumlah pejabat China lainnya dengan daftar tuntutan untuk dugaan pencurian kekayaan intelektual dan kebijakan perdagangan lainnya yang dianggap tidak adil oleh pihak Washington.

Daftar tersebut termasuk memotong defisit perdagangan AS dengan China sebanyak US$200 miliar, pemotongan pajak dan menghilangkan subsidi untuk teknologi ke depan.

China meminta Presiden Trump untuk menarik ancaman pajaknya, melakukan peninjauan kembali larangan Departemen Perdagangan China terhadap perusahaan AS yang menjual komponen dan perangkat lunak kepada pembuat perangkat telekomunikasi China ZTE Corp dan memperlakukan invetasi China secara setara di bawah peninjau keamanan AS.

Kedua pihak gagal mencapai konsensus pada musyawarah yang dilakukan selama dua hari dan setuju untuk melakukan diskusi lebih lanjut.

Trump bertemu dengan delegasi AS di Washington pada akhir pekan nanti untuk melakukan penilaian pada pertemuan tersebut. Trump mencuit di akun Twitter-nya bahwa China telah “sangat terganggu dengan kemenangan perdagangan AS.”

Media lokal China menunjukkan nada optimistis pada akhir pekan lalu dengan menerbitkan koran China Daily dengan bahasa Inggris mengatakan ada mekanisme yang bisa membuat perbincangan perdagangan tetap terbuka adalah dengan “perkembangan ke arah yang positif meskipun banyak perbedaan.”

Pemerintahan Trump telah memberikan ancaman untuk memberlakukan pajak hingga US$150 miliar untuk impor barang dari China di atas dugaan bahwa Beijing telah menyalahgunakan teknologi AS melalui persyaratan kerja sama, lisensi praktik teknologi yang tidak adil, pencurian langsung dan akuisisi di bawah dukungan pemerintah pada perusahaan teknologi AS.

China menyangkal bahwa kebijakannya memaksa perusahaan luar negeri untuk mengirim teknologinya ke kompetitor China dan mengatakan akan melakukan pembalasan pajak untuk barang-barang dari AS, termasuk kedelai dan pesawat terbang, yang akan diberlakukan jika pajak AS kembali dijalankan.

Perang dagang AS dan China yang berlarut-larut memberikan efek negatif bagi ekonomi, dapat menghancurkan rantai pasokan yang mengarah pada peningkatan biaya penurunan produktivitas, pelemahan mata uang, dan kenaikan harga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perang dagang AS vs China

Sumber : Reuters

Editor : Pamuji Tri Nastiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top