Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jepang Kaji Aturan ICO

Jepang akan membahas legalisasi penawaran perdana uang virtual (initial coin offerings/ICO) pada bulan ini. Langkah ini diambil Negeri Sakura meskipun dua ekonomi besar di dunia, Amerika Serikat dan China, menolak penggalangan dana lewat ICO karena berisiko tinggi bagi investor.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 05 April 2018  |  20:18 WIB
Ilustrasi bitcoin. - Reuters/Dado Ruvic
Ilustrasi bitcoin. - Reuters/Dado Ruvic

Bisnis.com, JAKARTA – Jepang akan membahas legalisasi penawaran perdana uang virtual (initial coin offerings/ICO) pada bulan ini. Langkah ini diambil Negeri Sakura meskipun dua ekonomi besar di dunia, Amerika Serikat dan China, menolak penggalangan dana lewat ICO karena berisiko tinggi bagi investor.

Sebuah kelompok riset yang didukung oleh pemerintah Jepang meluncurkan pedoman dasar untuk pengadopsian ICO pada Kamis (5/4/2018). Di dalamnya dijelaskan beberapa aturan dalam proses ICO, a.l. aturan mengenai pengidentifikasi investor, pencegahan cuci uang, pelacak proses proyek, perlindungan ekuitas yang ada, dan pemegang surat utang.

“ICO merupakan terobosan teknologi. Jika kita bisa menerapkan prinsip dan aturan yang baik, ICO bisa berpotensi menjadi cara baru untuk menggalang dana,” ujar Kenji Harashima, periset di Mizuho Research Institute, seperti dikutip Bloomberg, Kamis (5/4/2018).

Adapun proposal itu akan dibahas oleh Agensi Layanan Keuangan (FSA) Jepang pada bulan ini dan mungkin akan menjadi hukum dalam beberapa tahun kedepan.

Sementara itu, pedoman ICO ini tampak kontras dengan langkah yang diambil oleh China dan Korea Selatan. Tahun lalu, dua negara tetangga Jepang tersebut resmi melarang penggalangan dana uang virtual, sebab berpotensi memunculkan kecurangan dan spekulasi berlebih.

Laporan tersebut juga melampirkan, penerbit ICO harus mengerti dengan jelas bahwa peningkatan dana, laba, dan aset akan didistribusikan di antara pemilik token, ekuitas, dan utang.

Selanjutnya, setiap rencana proyek akan terekam dan perubahannya akan didokumentasikan.

Kelompok riset itu menambahkan, jual-beli mata uang virtual harus bersih dan mengadopsi seluruh standar industri untuk proses pendaftaran ICO agar terhindar dari tindakan insider trading.

Di sisi lain, kebaruan dari laporan tersebut masih menyisakan ruang untuk pengembangan lebih lanjut. Di dalam pedoman ICO tersebut, periset masih menghindari untuk mengakui ICO sebagai aset sekuritas keuangan.

Poin ini pula yang selama ini diperdebatkan oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS, untuk mengizinkan ICO diatur dalam hukum sekuritas.

“Kelompok Riset Bisnis ICO mengajukan prinsip-prinsip di atas sebagai dasar minimum yang cukup untuk saat ini. Untuk memberlakukan ICO untuk digunakan secara aman oleh penerbit dan investor dalam skala besar dan untuk diterima dengan baik dalam masyarakat, aturan-aturan tambahan mungkin diperlukan,” tulis laporan tersebut.

ICO telah tampil sebagai alternatif menguntungkan bagi perusahaan rintisan blockchain untuk mendapatkan pendanaan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang bitcoin cryptocurrency
Editor : Gita Arwana Cakti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top