Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pencalonan Cawapres Jokowi, Mahfud MD: Tidak Layak Saya Jawab

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD tidak ingin menanggapi isu pencalonannya sebagai cawapres pada Pemilihan Presiden Republik Indonesia 2019.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 31 Maret 2018  |  22:28 WIB
Pakar hukum Tata Negara Mahfud MD - ANTARA/M Agung Rajasa
Pakar hukum Tata Negara Mahfud MD - ANTARA/M Agung Rajasa

Bisnis.com, SOLO -  Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD tidak ingin menanggapi isu pencalonannya sebagai cawapres pada Pemilihan Presiden Republik Indonesia 2019.

"Saya tidak tahu. Saya belum mau menanggapi hal yang tidak ada di depan mata langsung," katanya pada seminar nasional tentang Perspektif KH Hasyim Asy'ari dan KH Ahmad Dahlan Terhadap Politisasi Agama di Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (31/3/2018).

Meski tidak mau menanggapi, ia tidak menampik adanya survei terkait isu pencalonannya sebagai cawapres mendampingi Presiden Joko Widodo pada pilpres mendatang.

"Memang ada survei, obrolan di warung kopi, dan koran. Tidak layak saya menjawab, sesuatu yang tidak jelas kok mau dijawab. Mengalir dulu saja," ucapnya.

Terkait dengan kondisi politik di Tanah Air mendekati Pilpres, ia mengatakan agar negara mencari pemimpin yang baik menurut prosedur.

"Yang pasti harus sesuai dengan konstitusi. Nanti pada saatnya juga akan muncul," ujarnya.

Disinggung mengenai beberapa nama yang muncul pada pilpres mendatang, Mahfud mengatakan sangat mengapresiasinya.

"Tanggapannya sekarang ini baik, orang bisa memunculkan capres. Kalau dulu zaman Pak Harto 'nggak' boleh muncul," katanya.

Sementara itu, pada seminar nasional tersebut, Mahfud mengatakan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang baik, baik pemerintah maupun masyarakat harus memegang prinsip-prinsip penting.

"Di antaranya toleransi dan pluralisme. Ini menjadikan Indonesia sebagai negara Islami, bukan negara Islam tetapi negara Islami," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pilpres 2019

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top