Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cegah Skimming, BRI Mataram Batasi Jam Operasional ATM

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. melakukan pembatasan jam operasional mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di lokasi-lokasi yang dianggap rawan.
Eka Chandra Septarini
Eka Chandra Septarini - Bisnis.com 22 Maret 2018  |  10:01 WIB
Nasabah bertransaksi melalui mesin anjungan tunai mandiri di Tangerang, Banten. - JIBI/Dwi Prasetya
Nasabah bertransaksi melalui mesin anjungan tunai mandiri di Tangerang, Banten. - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, MATARAM -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. melakukan pembatasan jam operasional mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di lokasi-lokasi yang dianggap rawan.

Pimpinan Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Mataram Harsono mengatakan langkah ini diambil guna mengurangi potensi kejahatan skimming yang kini tengah marak terjadi. Pembatasan jam operasional ATM pada lokasi-lokasi tersebut dimulai dari pukul 06.00 WITA-22.00 WITA.

"Kami lakukan pembatasan jam operasional bagi ATM yang rawan. Ciri-ciri ATM yang rawan misalnya mesin sering rusak atau hang, kemudian lokasi-lokasi yang jauh dari keramaian dan pengawasan," ujarnya saat ditemui di Mataram, Kamis (22/3/2018).

Selain membatasi jam operasional, pihak BRI juga melakukan pengawasan dengan rutin melakukan pengecekan di mesin-mesin ATM yang berada di luar area kantor cabang. Pemeriksaan ini dilakukan dua kali sehari yaitu pukul 07.00 WITA dan pukul 16.00 WITA.

Skimming merupakan metode yang digunakan pelaku kriminal untuk mengambil data yang terekam dalam magnetic stripe atau pita magnetik yang ada di belakang kartu ATM/Debit/Kredit.

Pelaku biasanya akan menaruh alat khusus pada mesin ATM yang sepi nasabah untuk membobol uang nasabah secara bertahap. Menurut Harsono, pelaku skimming dinilai lebih mudah membobol uang nasabah yang tidak dikontrol manajemen area publik tempat mesin ATM ditaruh.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bri
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top