Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jokowi Batal Tanda Tangani FCTC, Forum Kedaulatan Bangsa Beri Apresiasi

Forum Kedaulatan Bangsa mendukung langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang batal menandatangani Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) karena bisa mengintervensi kedaulatan petani tembakau sekaligus menghancurkan cengkeh secara sistematis.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 22 Maret 2018  |  15:16 WIB
Buruh mengangkat daun tembakau kering untuk disortir di Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, Praya, Lombok Tengah,NTB, Kamis (7/9). - ANTARA/Ahmad Subaidi
Buruh mengangkat daun tembakau kering untuk disortir di Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, Praya, Lombok Tengah,NTB, Kamis (7/9). - ANTARA/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, JAKARTA -- Forum Kedaulatan Bangsa mendukung langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang batal menandatangani Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) karena bisa mengintervensi kedaulatan petani tembakau sekaligus menghancurkan cengkeh secara sistematis.

‎Ketua Komite Nasional Pelestarian Kretek, Mohammad Nur Azami menilai penandatanganan FCTC nantinya berdampak negatif bagi industri kretek nasional‎, karena ada sebanyak 38 butir pasal di dalamnya bertujuan untuk melarang penyebaran produk hasil tembakau.

Padahal, menurut Azami, pendapatan negara sangat bergantung pada komoditas tembakau itu, karena sepanjang  2017 pendapatan negara yang dipungut dari bea dan cukai rokok mencapai Rp150 triliun.

"Kami dengan tegas menolak semua bentuk intervensi kepada pemerintah untuk mengaksesi FCTC‎ dan menolak semua bentuk produk hukum yang dapat mengancam kedaulatan petani tembakau dan cengkeh," tuturnya, Rabu (21/3).

Dia berpandangan industri kretek selama ini telah menghidupi sebanyak 6 juta orang dan memiliki daya tahan terhadap berbagai hantaman krisis. Selain itu menurutnya, Indonesia juga memiliki produk tembakau yang khas dibandingkan negara lain, karena itu pemerintah harus menolak ratifikasi FCTC.

"‎Pemerintah harus melawan semua bentuk gerakan dan inspirasi dari manapun yang berupaya menghancurkan kedaulatan kretek nasional," katanya.

Senada disampaikan oleh Lembaga Konsumen Rokok Agus Condro yang mendesak Presiden‎ Jokowi untuk melindungi kretek khas Indonesia agar dilindungi dari intervensi negara asing. Menurutnya, Pemerintah harus membuat beleid yang pro terhadap petani tembakau agar berdaulat.

"‎Sebenarnya yang harus dilakukan jelas, melindungi kretek khas Indonesia yang terus menerus mendapat gempuran. Salah satunya adalah dengan melakukan perlindungan terhadap petani tembakau dan cengkeh yang menjadi bahan dasar kretek khas Indonesia. Pemerintah harus membuat kebijkan yang pro petani," ujarnya‎

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tembakau
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top