Polri: Skimming Dilakukan di Mesin ATM yang Sepi

Mabes Polri mengungkapkan pelaku skimming seringkali dilakukan pada sejumlah ATM yang sepi nasabah dan terletak di lokasi terpencil sehingga peretas lebih mudah melakukan aksinya.
Sholahuddin Al Ayyubi | 21 Maret 2018 07:20 WIB
Nasabah bertransaksi melalui mesin anjungan tunai mandiri di Tangerang, Banten. - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA -- Mabes Polri mengungkapkan pelaku skimming seringkali dilakukan pada sejumlah ATM yang sepi ‎nasabah dan terletak di lokasi terpencil sehingga peretas lebih mudah melakukan aksinya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri ‎Brigjen Pol Mohammad Iqbal‎ mengemukakan ‎pelaku biasanya akan menaruh alat khusus pada mesin ATM yang sepi nasabah untuk membobol uang pengguna secara bertahap. Menurutnya, pelaku skimming dinilai lebih mudah membobol uang nasabah yang tidak dikontrol manajemen area publik tempat mesin ATM ditaruh.

"Jadi begini, para pelaku pakai modus skimming itu dia mencari letak ATM yang jarang dikontrol. Maksudnya, katakanlah pertokoan yang ada di tempat-tempat terpencil waralaba yang ada. Makanya, Polri mendorong agar semua aware terhadap ATM ini," tutur Iqbal, Selasa (20/3/2018).

Dia mengimbau agar pelaku industri perbankan lebih sering melakukan pengecekan secara rutin agar pembobolan mesin ATM dengan modus skimming tidak terjadi lagi di kemudian hari. Selain itu, kepolisian juga mendesak agar industri perbankan menjalin kerja sama yang baik dengan pihak manajemen publik di mana mesin ATM itu digunakan nasabah.

"‎Polri mendorong agar perbankan lebih aware terhadap cek dan kontrol bergandengan dengan manajemen public area yang lokasinya ditempati ATM. Kami juga dorong agar perbankan meningkatkan keamanan ATM itu," lanjut Iqbal.

Polri menyatakan modus pembobolan mesin ATM dengan metode skimming sudah seringkali dilakukan oleh peretas. Pada 2016, Polri juga menangkap pelaku skimming.

Modus ini sempat menghilang pada tahun lalu dan kembali muncul sekarang. Artinya, perbankan harus lebih meningkatkan sistem keamanan mesin ATM.

"Teknologi dan pola serangan itu kan selalu berubah-ubah dan biasanya menjadi lebih canggih. Modus skimming itu kan 2016 sudah kami bongkar, 2017 mengendap, dan 2018 muncul lag‎i. Makanya perbankan harus lebih aware lagi dengan keamanan," tegasnya.

Kasus pembobolan dana nasabah dengan model skimming mencuat setelah sejumlah nasabah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. di Kediri, Jawa Timur melaporkan hilangnya dana yang mereka miliki. Belakangan, kasus serupa menimpa nasabah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. di wilayah Surabaya, Jawa Timur. 

Tag : perbankan, skimming
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top