Ini Kata Menteri Puan Soal Jakarta Food Security Summit

Bisnis.com, JAKARTA--- Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani berharap kemajuan di sektor pertanian akan mempercepat perwujudan Indonesia yang berdaulat di bidang pangan
Yodie Hardiyan | 09 Maret 2018 19:42 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan sambutan pada pembukaan Jakarta Food Security Summit-4 di Jakarta, Kamis (8/3/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani berharap kemajuan di sektor pertanian akan mempercepat perwujudan Indonesia yang berdaulat di bidang pangan.

"Kemajuan di sektor pertanian dengan petani yang semakin sejahtera, akan mempercepat upaya kita bersama dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang pangan," kata Puan ketika menutup acara Jakarta Food Security Summit (JFFS), dalam keterangan tertulis, Jumat (9/3/2018).

Dalam kesempatan ini, Puan juga memberikan apresiasi pada penyelenggaraan JFSS-4 dan berharap hasilnya dapat mendorong percepatan perwujudan kedaulatan pangan Indonesia.

"Semoga hasil dari Jakarta Food Security Summit ini dapat berkontribusi dalam membangun kedaulatan pangan Indonesia," tambahnya.

Puan mengatakan sektor pertanian memberikan kontribusi 13% terhadap PDB (nomor 3 terbesar dari 9 sektor lainnya), dan nilainya mencapai lebih dari Rp1.800 triliun per tahun.

Tenaga kerja yang berasal dari sektor pertanian juga mencapai 39 juta orang (atau 32% dari jumlah penduduk Indonesia yang bekerja). Pertumbuhan ekonomi sektor pertanian rata-rata mencapai 3,4%.

Untuk meningkatkan sumber daya manusia petani, saat ini pemerintah telah melakukan revitalisasi vokasional yang menjangkau 558 perusahaan dan 1.537 SMK.

Untuk revitalisasi vokasional di bidang pertanian terdapat kerjasama 150 perusahaan dan 694 SMK. Upaya lain yang bisa dilakukan untuk menguatkan SDM petani adalah membangun kolaborasi dan sharing kemitraan.

"Salah satu upaya yang strategis untuk dilakukan dalam mempercepat penguatan kapasitas SDM petani Indonesia adalah dengan membangun kolaborasi dan sharing melalui kemitraan dengan korporasi," katanya.

Puan mengatakan korporasi memiliki akses modal, teknologi, tenaga ahli, dan pasar, yang dapat dimanfaatkan oleh petani-petani. Kolaborasi dalam kemitraan petani dan korporasi dapat dilakukan antara lain melalui Pola Inti - Plasma, kolaborasi kemitraan dimana korporasi sebagai inti membina dan mengembangkan plasma yang berbasis petani.

Bisa juga dilakukan dengan kolaborasi korporasi dan petani dalam membangun kawasan pedesaan sebagai sentra komoditi. Melalui kolaborasi ini baik petani dan korporasi sama-sama mendapatkan keuntungan dan manfaat yang setara.

"Kemitraan petani dan korporasi, harus dibangun dalam semangat gotong royong, yang berarti kerja bersama untuk kepentingan bersama," katanya.

Acara JFSS yang mengangkat tema "Pemerataan Ekonomi Sektor Pertanian, Peternakan, dan Perikanan melalui Kebijakan dan Kemitraan" ini digelar pada 8-9 Maret ini telah dikunjungi lebih dari 1.500 pengunjung.

Pada penyelenggaraannya yang ke-4 ini, JFSS diharapkan mampu menjadi platform yang mampu menyatukan kepentingan para pemangku kepentingan antara lain pemerintah, swasta, dan petani.

Acara yang diselenggarakan oleh Kadin ini memang bertujuan untuk membahas penguatan pangan nasional melalui upaya-upaya pertanian untuk mensejahterakan petani.

Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Ketua Kamar Dagang dan Industri Roslan P. Roeslani, dan Ketua Dewan Pengarah JFSS-4 Franky Oesman Widjaja.

Tag : makanan
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top