WAPRES JK: Sebuah Bangsa Dihargai Karena Kemajuan Ekonominya

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan ke depan ekonomi Indonesia harus maju dengan pertumbuhan yang lebih baik. Pasalnya, sebuah bangsa dihargai karena pertumbuhan ekonominya
Lingga Sukatma Wiangga | 26 Februari 2018 15:25 WIB
Wapres JK - Antara

Bisnis.com, JAKARTA—Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan ke depan ekonomi Indonesia harus maju dengan pertumbuhan yang lebih baik. Pasalnya, sebuah bangsa dihargai karena pertumbuhan ekonominya.

Oleh karena itu, Wapres JK mengatakan industri manufaktur harus dipacu untuk mendorong pertumbuhan dan kemajuan ekonomi.

“Tidak ada bangsa dihargai tanpa pertumbuhan ekonomi yang baik, kita masih berada di tengah-tengah, sekitar 5%,” ujarnya, Senin (26/2/2018).

Kendati demikian, ujarnya, Indonesia sebagai negara dengan kekayaan alam melimpah pertumbuhan ekonominya masih kalah jika dibandingkan dengan Malaysia, Filipina dan Thailand.

“Pertumbuhan itu di samping kita punya modal tentu punya kekurangan. Modalnya ialah bagaimana SDM ditingkatkan melalui pendidikan, pelatihan tapi butuh juga lapangan pekerjaan banyak seperti manufaktur karena pertanian tak bisa juga hidup tanpa industri,” tuturnya.

JK menyebut Indonesia butuh pengembangan industri manufaktur untuk mengolah kekayaan sumber daya alam yang ada agar memiliki daya saing tinggi.

Hal itu perlu juga didukung dengan pembangunan infrastruktur, peningkatan inovasi, serta perbaikan sistem birokrasi.

“Bagaimana membuat efisiensi, birokrasi bukannya menghalangi investasi tapi mendorong investasi. Memang ada suasana saat ini birokrasi kita terlalu khawatir dan ketat, sehingga aturannya kita perbaiki,” ucapnya.

Dia menyebut, fungsi pemerintah untuk pengembangan ekonomi hanya 20%. Sisanya, adalah peran swasta untuk mengatrol pertumbuhan dan kemajuan ekonomi. “Karena itu mari kita dorong entrepreneurship karena anak muda minat usahanya sudah tinggi. Harus kita sadari, menjadi PNS itu hanya 5% kesempatan saja,” tutur Wapres JK.

Tag : Wapres JK
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top