Hubungan Bilateral : Indonesia-Selandia Baru Terus Pupuk Persahabatan

Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya memaparkan soal keharmonisan hubungan kedua negara beserta berbagai peluang dan tantangan ke depan.
Amanda Kusumawardhani | 26 Februari 2018 20:21 WIB
Selandia Baru - aptouring.com.au

Kabar24.com, JAKARTA--Indonesia dan Selandia Baru memiliki hubungan persahabatan yang harmonis.

Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya memaparkan soal keharmonisan kedua negara beserta berbagai peluang dan tantangan ke depan.

Di hadapan 50 anggota Asia Forum di Wellington, Senin (26/2/2018), Tantowi Yahya menjelaskan bahwa hubungan bilateral Indonesia-Selandia Baru pada tahun ini memasuki usia ke-60.

Dalam paparannya, Dubes Tantowi menghargai hubungan harmonis yang selalu mengalami peningkatan dari waktu ke waktu dan berharap 60 tahun berikutnya menjadi tahun-tahun emas hubungan bilateral kedua negara.

Menurutnya, hubungan kedua negara yang semakin meningkat di hampir semua bidang, khususnya bidang kerjasama pendidikan, perdagangan, pariwisata dan kebudayaan.

Ekspor Indonesia ke Selandia Baru terus meningkat meski tetap defisit dalam neraca. Total nilai perdagangan kedua negara pada 2017 mencapai NZ$ 1.622.130 dengan ekspor Indonesia senilai NZ$ 752.696.

Di sisi lain, jumlah turis Selandia Baru ke Indonesia meningkat tajam dari 75.000 ke 100.000 orang pada 2017. Sebaliknya, turis Indonesia juga mengalami peningkatan dari 23.000 ke 28.000 orang pada tahun lalu.

Terkait masih rendahnya jumlah orang Indonesia yang bepergian ke Selandia Baru, Tantowi menjelaskan penyebabnya adalah minimnya promosi tentang Selandia Baru di Indonesia dan belum adanya konektivitas langsung yang reguler.

Dengan adanya penerbangan langsung musiman rute Auckland-Denpasar oleh Air New Zealand antara Mei-Oktober, serta Emirates yang akan menerbangi Auckland-Denpasar mulai Juni tahun ini, jumlah turis dari dan ke kedua negara diyakini meningkat tajam.

"Mudah-mudahan target 200.000 turis dari Selandia Baru akan tercapai sebelum 2020," jelas Tantowi dalam keterangan resminya.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top