Pemilik Topshop Bersiap Lego Perusahaannya ke China

Pemilik merek Topshop berniat menjual perusahaannya di tengah ketatnya persaingan dengan perusahaan ritel yang fokus di penjualan online.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 19 Februari 2018  |  08:52 WIB
Pemilik Topshop Bersiap Lego Perusahaannya ke China
Sir Philip Green, pemilik Arcadia yang menaungi sejumlah merek fesyen ternama internasional termasuk Topshop. - mirror.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA - Pemilik merek Topshop berniat menjual perusahaannya di tengah ketatnya persaingan dengan perusahaan ritel yang fokus di penjualan online.

The Guardian melansir Minggu (18/2/2018) waktu setempat, Sir Philip Green sedang mempertimbangkan Arcadia ke Shandong Ruyi, perusahaan tekstil raksasa asal China. Arcadia merupakan perusahaan yang menaungi sejumlah merek fesyen seperti Topshop, Topman, Miss Selfridge, dan Dorothy Perkins.

Shandong Ruyi disebut tengah mengkaji laporan keuangan Arcadia. Jika terealisasi, maka akuisisi tersebut akan menjadi aksi korporasi kesekian yang dilakukan perusahaan itu di Eropa.

Bulan lalu, Shandong Ruyi mengakuisisi saham mayoritas di perusahaan produk kulit ternama asal Swiss, Bally. Perusahaan tersebut juga melakukan negosiasi untuk membeli 54% saham di perusahaan fesyen Inggris, Bagir.

Sebelumnya, perusahaan dari Negeri Panda itu telah membeli brand Inggris Acquascutum dengan nilai 95 juta pound atau sekitar Rp1,8 triliun , dan mengambil alih saham mayoritas di SMCP yang merupakan pemilik merek Sandro and Maje sebesar 1,3 miliar euro atau Rp21,8 triliun.

Meski memiliki sejumlah merek ternama dunia, tapi Arcadia diperkirakan nilai penjualannya kurang dari 500 juta pound atau sekitar Rp9,5 triliun. Pasalnya, perusahaan itu harus melakukan banyak restrukturisasi dan menutup gerai-gerai yang tidak lagi menguntungkan.

Penjualan Arcadia, termasuk Topshop, mengalami penurunan seiring melambatnya penjualan ritel fesyen dan pesatnya pertumbuhan pesaing di e-commerce. Selain itu, perempuan muda yang menjadi sasaran utama sekarang banyak mengalihkan pengeluarannya ke produk kecantikan, telekomunikasi, serta makanan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
fesyen

Sumber : The Guardian

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top