Masyarakat Siwa Budha di Bali Ikut Sambut Imlek

Semarak perayaan Imlek begitu kental di Bali. Tidak hanya dalam bentuk penjualan pernak-pernik maupun paket wisata, namun masyarakat Bali juga ikut menyambut Imlek dengan menyiapkan tarian hingga tempat persembahyangan seperti halnya yang ada di Kunco Dwipayana Denpasar.
Ni Putu Eka Wiratmini | 14 Februari 2018 17:30 WIB
Imlek - ANTARA/Adeng Bustomi

Kabar24.com, DENPASAR -- Semarak perayaan Imlek begitu kental di Bali. Tidak hanya dalam bentuk penjualan pernak-pernik maupun paket wisata, namun masyarakat Bali juga ikut menyambut Imlek dengan menyiapkan tarian hingga tempat persembahyangan seperti halnya yang ada di Kunco Dwipayana Denpasar.

Kunco Dwipayana sendiri merupakan tempat ibadah Siwa Budha yang telah berdiri kira-kira 25 tahun lalu. Di sini umatnya tidak hanya masyarakat Tionghoa saja namun juga umat Hindu Bali yang ikut menyembah Dewa Budha atau disebut pula sebagai Siwa Budha.

Akulturasi budaya begitu kental di Kunco Dwipayana. Masyarakat keturunan Tionghoa dan Bali bahu-membahu mempersiapkan perayaan Imlek yang jatuhnya pada Jumat (16/2/2018).

Patung dewa dewi ditata dihias. Tidak lupa pelinggih-pelinggih yang juga menjadi stana Dewa Hindu Bali juga dihias. Ya, selain ada patung dewa dewi keyakinan masyarakat Tionghoa, di sini juga ada pelinggih pura seperti Padmasana, Pelinggih Ratu Niang, dan Pelinggih Ratu Pantai Selatan.

Selain itu, pendeta di Kunco Dwipayana juga disebut Mangku, sama dengan panggilan pendeta Hindu di Pura.

Mangku Konco Dwipayana Nyoman Sudarsana mengatakan saat ini persiapan perayaan Imlek di tempatnya telah hampir selesai 100%. Dewa dewi pun sudah dibersihkan dengan bunga mawar dan air suci sejak 4 hari lalu.

Saat ini, para pendeta sedang mempersiapkan stana dewa dewi dan menyusun persembahan berupa buah-buahan.

"Hari ini kita persiapan akhir tinggal menata buah-buahan saja," katanya kepada Bisnis, Rabu (14/2/2018).

Mangku Sudarsana menuturkan, perayaan akan dimulai pada Jumat (16/2/2018) dengan persembahyangan yang telah dibuka dari pagi hingga malam. Selain itu, pada pukul 19.00 WITA, akan dimulai malam perayaan dengan menghadirkan Tarian Barongsai.

Uniknya, tidak hanya tarian dari negeri China saja yang ditampilkan di sini. Lantaran pemeluknya yang juga merupakan masyarakat Bali, di sini juga ditarikan tarian Ratu Gede sebagai persembahan masyarakat Hindu Bali.

Selain tarian, yang juga membedakan tempat suci ini adalah ornamen Hindu Bali yang begitu kental. Persembahan ke dewa-dewa dilakukan dengan menggunakan dulang layaknya persembahan orang Hindu Bali pada umumnya.

Tag : bali, imlek
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top