Presiden Jokowi Tinjau Aktivitas Padat Karya Tunai di Ambon

Presiden Joko Widodo meninjau proses pengerukan atau normalisasi Sungai Wai Hatukau di Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Rabu (14/2) yang menggunakan anggaran dana desa dengan sistem Padat Karya Tunai (PKT).
Yodie Hardiyan | 14 Februari 2018 09:58 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau pelaksanaan padat karya tunai di Daerah Irigasi Pincuran Tujuh, Nagari Limo Kaum, Kecamatan Limo Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatra Barat, Kamis sore (8/2/2018). - Biro Pers Setpres

Kabar24.com, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo meninjau proses pengerukan atau normalisasi Sungai Wai Hatukau di Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Rabu (14/2/2018) yang menggunakan anggaran dana desa dengan sistem Padat Karya Tunai (PKT).

Jokowi mengatakan saat ini baru dua kementerian yang telah melaksanakan program padat karya tunai yakni Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Presiden meyakinkan program yang bertujuan memberikan pendapatan lebih kepada masyarakat tersebut akan terus berjalan disusul oleh kementerian atau lembaga lainnya.

"Ini (pengerukan) padat karya tunai di bawah Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Yang jalan sekarang baru dua, Kementerian PU dan Kementerian Desa. Nanti kementerian lain menyusul," ujar Presiden dalam keterangan tertulis.

Terkait hal tersebut, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo mengatakan pengerukan sungai di Desa Batu Merah dilakukan berdasarkan kesepakatan warga untuk mengantisipasi pendangkalan. Pengerukan dilakukan dengan memberdayakan warga setempat untuk membangkitkan ekonomi desa."Pak Presiden minta masyarakat yang bekerja untuk dipastikan dibayar," ujarnya.

Menteri Eko mengapresiasi Kota Ambon yang menjadi salah satu daerah pertama yang melakukan pencairan dana desa tahap pertama. Dengan begitu, program padat karya tunai dapat diterapkan sehingga warga segera mendapatkan pekerjaan.

Penyaluran dana desa pada 2018, lanjutnya, dilakukan dalam tiga tahap yakni bulan Januari, Maret, dan Juli. Hal tersebut berbeda dengan 2017 dimana dana yang disalurkan dilakukan dalam dua tahap yakni Maret dan Agustus. Selain itu, proses pengawasan juga diperketat dengan melibatkan kepolisian dan kejaksaan.

Tag : padat karya
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top