Penyerangan Tempat Ibadah: Wiranto Minta Masyarakat Tetap Tenang

Sejumlah kasus kekerasan terhadap umat beragama, khususnya agama minoritas di Indonesia, terjadi belakangan ini.
Yodie Hardiyan | 13 Februari 2018 09:50 WIB
Wiranto - Reuters/Beawiharta

Kabar24.com, JAKARTA — Sejumlah kasus kekerasan terhadap umat beragama, khususnya agama minoritas di Indonesia, terjadi belakangan ini.

Kasus terbaru adalah penyerangan terhadap kegiatan beribadah di Gereja Lidwina, Bedhog, Trihanggo, Sleman, Yogyakarta pada Minggu (11/2/2018). Kasus itu mengakibatkan sejumlah orang, termasuk pemimpin ibadah, terluka.

Selain itu terdapat kasus pelarangan ibadah umat Budha di Desa Babat, Kecamatan Legok, Tangerang. Video mengenai kasus tersebut beredar secara luas di media sosial pada awal 2018 ini.

Untuk kasus di Sleman, Wiranto mengatakan peristiwa itu dilakukan oleh teroris. “Hanya, sekarang lone wolf (beraksi sendirian) atau dalam konteks jaringan, baru dalam penyelidikan,” katanya di Istana Presiden seusai menghadiri Sidang Kabinet Paripurna, Senin (12/2/2018).

Wiranto berharap jangan ada spekulasi mengenai peristiwa tersebut sebelum polisi mengungkapkan kepada publik mengenai kasus tersebut.

“Apakah ini suatu rangkaian kejadian yang disengaja, by design oleh kelompok-kelompok tertentu untuk menganggu pilkada atau merupakan hal yang insidentil atau situasional, sedang diselidiki oleh pihak kepolisian,” katanya.

Wiranto juga berharap media dan masyarakat bersikap tenang dan tidak terganggu akibat kasus tersebut.

Menurutnya, aparat keamanan sudah diinstruksikan untuk lebih waspada menghadapi kerawanan pemilihan umum.

Tag : wiranto, wiranto
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top