Beasiswa Mahasiswa Asing Belajar di Kampus Islam Diapresiasi

Sejumlah atase pendidikan dan kebudayaan di beberapa negara menyambut rencana Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama untuk memberikan beasiswa kepada mahasiswa asing untuk belajar di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Yodie Hardiyan | 12 Februari 2018 12:41 WIB
Beasiswa - ilustrasi

Kabar24.com, JAKARTA--- Sejumlah atase pendidikan dan kebudayaan di beberapa negara menyambut rencana Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama untuk memberikan beasiswa kepada mahasiswa asing untuk belajar di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Berdasarkan keterangan tertulis yang dirilis oleh laman Kementerian Agama, sambutan baik itu terungkap dalam Rapat Koordinasi Pendidikan Tinggi Islam yang menghadirkan Atase Pendidikan dan Kebudayaan di 17 negara pada Minggu (11/2) di Jakarta.

Mereka yang hadir antara lain dari Australia, Jerman, Jepang, Belanda, Inggris, India, Arab Saudi, Mesir, Thailand, dan Papua Nugini.

Sala satunya, Atase Pendidikan dan Kebudayaan di Mesir, Usman,  mengatakan rencana pemberian beasiswa bagi warga asing, khususnya Mesir, untuk belajar ke Indonesia merupakan kabar yang menggembirakan. “Mohon untuk Mesir bisa diprioritaskan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (12/2/2018).

Menurut Usman, selama ini Mesir juga telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp23 miliar -Rp26 miliar per tahun untuk beasiswa pelajar dan mahasiswa Indonesia, termasuk anggaran pengiriman 29 mab’us (guru) yang ditugaskan ke Indonesia. 

Hal senada disampaikan Atase Pendidikan dan Kebudayaan di Kedutaan Besar Republik Indonesia di London Amirudin Aziz. Aziz menyarankan agar Program Beasiswa Asing di PTKIN itu dilakukan seperti program Darmasiswa Kemdikbud.

Maksudnya, program satu tahun dan dapat diperpanjang menjadi 2 tahun. Kalau Kemdikbud fokus mempelajari pendidikan dan budaya, program Kementerian Agama bisa fokus pada kajian Islam di Indonesia. 

Aziz juga menyoroti Program 5.000 Doktor dari Kementerian Agama. Menurutnya, program tersebut sudah banyak diketahui pimpinan di London. Aziz berharap sosialisasi tentang program ini bisa ditingkatkan.

Sementara itu, Atase Pendidikan dan Kebudayaan di Saudi Arabia Ubaidillah  juga menyambut baik program beasiswa asing ini. Dia menyarankan untuk mulai melirik pada studi non keislaman, sains dan teknologi.

“Perguruan Tinggi Non Islamic studies di Arab Saudi bisa dijadikan mitra yang potensial untuk program itu. Selama ini yang memanfaatkan adalah alumni ITS dan ITB,” ujarnya.

Sebelumnya, Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin menegaskan komitmennya untuk memberikan beasiswa kepada mahasiswa asing yang akan belajar di sejumlah PTKIN.

Guru Besar Hadits UIN Alaudin Ujungpandang ini menargetkan ada sekitar 3.000-5.000 mahasiswa asing yang mendapat beasiswa. 

“Selama ini kalau kita ke luar negeri di antaranya untuk mencari beasiswa, sekarang dibalik kita akan mencari mahasiswa untuk belajar di Indonesia,” katanya dalam keterangan tertulis yang sama.

Menurut Kamarudin, Indonesia layak menjadi pusat studi Islam. Saat ini, Indonesia menjadi representasi dari moderasi Islam dunia. “Dalam hal kajian Islam, Indonesia sangat kaya dan tidak kalah dengan negara-negara Islam lainnya di dunia,” sambungnya.

Perwakilan Kementerian Luar Negeri yang juga hadir, Kusuma, menilai rapat koordinasi ini sangat relevan, karena minat masyarakat luar negeri untuk belajar ke Indonesia semakin meningkat.

“Kemlu siap untuk memfasilitasi program mahasiswa asing belajar di Indonesia. Komunitas muslim di Spanyol juga ingin belajar ke Indonesia. Kalau ini kita tawarkan kepada mereka pasti responnya bagus,” ujarnya. 

Di sisi lain, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Arskal Salim mengatakan, kehadiran atase Dikbud untuk duduk bersama dengan kalangan PTKIN penting.

Selain sebagai sarana mengkomunikasikan program-program Diktis, pertemuan ini juga untuk memperkuat jaringan kerjasama dan dukungan program-program kemitraan bagi kemajuan PTKIN di masa mendatang.

Rapat Koordinasi Pendidikan Tinggi Islam juga menghadirkan Wakil Rektor I PTKIN se-Indonesia direncanakan akan berlangsung hingga  12 Februari 2018.

 

Tag : beasiswa
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top