Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kronologi Terjadinya Super Blue Blood Moon

Pemandangan Bulan masuk bayangan Bumi dan lalu berubah menjadi merah darah akan jauh menakjubkan dibandingkan dengan perkiraan orang sebelum ini.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 31 Januari 2018  |  18:54 WIB
Gerhana bulan total di sekitar gedung Lakhta Center di St Petersburg, Rusia, 31 Janauri 2018. - Reuters
Gerhana bulan total di sekitar gedung Lakhta Center di St Petersburg, Rusia, 31 Janauri 2018. - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA - Pemandangan Bulan masuk bayangan Bumi dan lalu berubah menjadi merah darah akan jauh menakjubkan dibandingkan dengan perkiraan orang sebelum ini.

Gerhana bulan total terjadi ketika bulan sepenuhnya masuh dalam bagian gelap bayangan Bumi yang dinamai umbra. Jika Bulan hanya tertutup sebagian oleh umbra, maka itu disebut gerhana bulan sebagian.

Gerhana bulan total mulai ketika bulan sepenuhnya tertutup umbra dan fase ini disebut totalitas.

Demi membantu mempersiapkan diri melihat fenomena alam yang terjadi Rabu (31/1/2018) malam ini yang disebut NASA dengan gerhana "Super Blue Blood Moon" karena terjadi di dekat titik lintasan dan pada bulan purnama kedua dalam Januari, Space.com membuat kronologi untuk tahap-tahap terjadinya gerhana bulan total itu.

Berikut fase atau tahap sampai terjadi dan berakhirnya gerhana "Super Blue Blood Moon" seperti ditulis space.com:

1. Bulan masuk penumbra Bumi

Kerucut bayangan Bumi memiliki dua bagian: bagian gelap disebut umbra, yang dikelilingi bagian lebih terang disebut penumbra. Penumbra adalah bagian luar bayangan Bumi yang tampak pucat. Gerhana resmi dimulai ketika bulan memasuki penumbra.

Pada tahap ini Anda tak akan melihat hal aneh pada bulan. Bayangan penumbra Bumi begitu lemah sehingga tidak terlihat sampai bulan tenggelam sepenuhnya dalam bayangan Bumi.

Di sini kita harus menunggu sampai penumbra mencapai 70 persen menutupi lingkaran bulan. Oleh karena itu harus menunggu selama sekitar 40 menit setelah awal gerhana sebagian itu. bulan purnama akan terus muncul untuk menerangi seperti biasa, kendati dari menit ke menit bulan kian masuk bagian luar bayangan Bumi itu.

2. Bayangan Penumbra mulai terlihat

Kini bulan bergerak cukup jauh ke dalam penumbra sehingga bayangan Bumi mencetak jelas Bulan. Mulai terlihat sangat lembut, cahaya bayangan mulai muncul di bagian kiri Bulan. Ini akan makin jelas terlihat pada menit-menit setelahnya di mana bayangan menjadi menyebar dan kian dalam. Beberapa saat sebelum bulan mulai masuk bayangan umbra gelap Bumi, penumbra memudarkan bayangan bulan sebelah kiri.

3. Bulan masuk umbra Bumi

Bulan mulai melintas masuk ke bagian bayangan gelap Bumi yang disebut umbra. Bagian gelap kecil mulai muncul di sisi kiri bulan. Gerhana bulan sebagian mulai terjadi; kecepatan perubahannya berlangsung dramatis.

Umbra jauh lebih gelap dibandingkan dengan penumbra. Menit-menit berlalu, bayangan gelap muncul perlahan di permukaan bulan. Pada awalnya tungkai bulan terlihat hilang di dalam umbra, tapi segera setelah itu begitu bulan makin masuk umbra, Anda bakal melihat pendaran cahaya remang-remang jingga, merah atau abu-abu. Tepi bayangan Bumi yang terpancar ke Bulan pun terlihat melengkung.

Ini menjadi bukti nyata bahwa Bulan itu bulat berbentuk bola seperti disimpulkan Aristoteles dari gerhana bulan yang dia amati pada abad keempat Sebelum Masehi. Begitu kegelapan perlahan menyergap, lanskap di sekitar dan bayangan dalam cahaya bulan malam hari mulai sirna.

4. Sebesar 75 persen masuk umbra

Mengingat tiga perempat lingkaran Bulan kini ditutup umbra, bagian bulan yang tenggelam dalam bayangan Bumi menjadi agak sedikit terang, bagaikan besi yang dipanaskan pada titik di mana itu besi memijarkan cahaya.

Kini terlihat jelas bayangan umbra tidak menciptakan kegelapan total pada permukaan bulan.

Dengan mengunakan teropong atau teleskop, bagian luar bayangan Bumi biasanya cukup terang untuk memperlihatkan kawah Bulan, tapi bagian tengahnya lebih gelap dan kadang-kadang permukaannya tak bisa dilihat.

Warna warni umbra sangat berbeda dari gerhana satu ke gerhana berikutnya, merah dan abu-abu, lalu kadang-kadang coklat, biru dan lainnya.

5. Kurang lima menit dari totalitas

Beberapa menit sebeleum (dan setelah) totalitas atau gerhana total, perbedaan kontras antara cahaya kuning perak pucat dan coklat kemerahan dari permukaan bulan menyebar ke seluruh lingkaran Bulan yang akan menciptakan fenomena indah yang kadang disebut "Efek Lentera Jepang".

6. Gerhana bulan total mulai

Ketika bagian terakhir Bulan masuk umbra, maka gerhana bulan total pun mulai. Bagaimana bulan muncul kembali selama priode total tak ada yang tahu. Kadang-kadang gerhana bulan total memunculkan kesan hitam abu-buat gelap yang hampir tak bisa dilihat. Tapi saat ini Bulan bisa juga memercikan jingga terang. Faktor yang membuat bulan bisa dilihat penuh saat gerhana total adalah cahaya matahari disebarkan dan dibiaskan ke sekeliling sisi Bumi oleh atmosfer kita.

7. Setengah total

Bulan kini bersinar sekitar 10.000 atau 100.000 kali redup dari pada beberapa jam sebelumnya. Karena bulan bergerak ke sisi selatan dari bagian tengah umbra Bumi, gradasi warna dan tingkat keterangannya di lingkaran Bulan menjadi terlihat lebih gelap, dengan rona abu-abu kecoklatan. sementara itu, bagian bawahnya, yakni bagian di mana Bulan berada paling dekat ke tepi luar umbra, warnanya menjadi lebih terang, dengan rona kemerahan, jingga, dan bahkan putih lembut kebiruan.

Pengamat yang berada jauh di sinar terang perkotaan akan melihat bintang-bintang menjadi terlihat lebih besar ketimbang saat sebelum gerhana. Bulan akan berada pada konstelasi redup Cancer dan letaknya hampir di tengah antara Rasi Leo di timur (kiri atas) dan Rasi Gemini di barat (kanan bawah Bulan).

Kegelapan langit saat ini sangat menakjubkan. Lanskap di sekelilingnya dibalut rona suram. Sebelum gerhana, bulan purnama terlihat datar dan satu dimensi. Tetapi selama gerhana total, bulan purnama menjadi terlihat lebih kecil dan tiga dimensi.

Sebelum bulan masuk ke bayangan Bumi, suhu di permukaannya mencapai 266 derajat Fahrenheit (130 derajat Celsius). Karena bulan tidak punya atmosfer, maka panas ini tak bisa dipantulkan ke ruang angkasa ketika bayangan Bumi lewat. Kini, berada dalam bayangan Bumi, suhu bulan turun drastis menjadi 146 derajat F (minus 99 C); atau turun 412 derajat F atau 229 derajat C, kurang dari 150 menit!

8. Gerhana bulan total berakhir

Bulan mulai muncul dari bayang-bayang umbra. Segmen kecil pertama dari Bulan mulai muncul lagi, diikuti kembali beberapa menit kemudian oleh Efek Lentera Jepang.

9. Sebesar 75 persen bulan muncul lagi

Sisa warna di dalam umbra kini mulai lenyap. Dari sini, setelah bayangan gelap secara teori semestinya meninggalkan cakram bulan, bulan terlihat hitam dan tak berbentuk.

10. Bulan meninggalkan umbra

Bayang-bayang tengah nan gelap membuat bagian sisi kanan bulan (di barat) terlihat jelas.

11. Bayangan penumbra lenyap

Akhirnya, bayangan samar hilang dari bulan, gerhana bulan mulai berakhir.

12. Bulan meninggalkan penumbra

Gerhana"resmi" berakhir, begitu bulan sepenuhnya bebas dari bayangan penumbra.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gerhana Bulan Total

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top