Ke Sri Lanka, Presiden Inginkan Tiga Poin Kerja Sama Ini

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan poin-poin penting tujuannya berkunjung ke Sri Lanka dihadapan Pemimpin Oposisi Parlemen negara tersebut
David Eka Issetiabudi | 25 Januari 2018 02:37 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan poin-poin penting tujuannya berkunjung ke Sri Lanka dihadapan Pemimpin Oposisi Parlemen negara tersebut.

Jokowi menyambut baik kunjungan Pemimpin Oposisi Parlemen Sri Lanka Rajavarothiam Sampanthan yang dilakukan dalam rangka mendorong kerja sama yang konkret serta menguntungkan bagi kedua negara.

Apalagi hubungan diplomatik Indonesia dan Sri Lanka telah terjalin dengan baik selama lebih dari enam dekade.

"Dalam kunjungan saya ke Sri Lanka ini, saya ingin mendorong penguatan kerja sama di berbagai bidang, khususnya di bidang ekonomi," ujar Presiden, dalam keterangan tertulis yang disampaikan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Kamis (25/1/18).

Pertama, Presiden menginginkan penguatan kerja sama di bidang ekonomi kedua negara. Salah satunya dengan pembentukan Free Trade Agreement (FTA).  

"Dalam kunjungan saya ke Sri Lanka ini, saya ingin mendorong penguatan kerja sama di berbagai bidang, khususnya di bidang ekonomi," ujarnya.

Oleh karena itu, Presiden berharap Indonesia dapat diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi dengan negara yang jumlah penduduknya menembus 20 juta orang ini.

Kedua, Jokowi juga menginginkan adanya penguatan kerja sama antar parlemen. "Saya mengharapkan dukungan parlemen Sri Lanka dalam penguatan hubungan Indonesia-Sri Lanka, termasuk melalui peningkatan kerja sama yang erat antar parlemen," katanya.

Ketiga, Presiden juga menyatakan kesiapan Indonesia untuk bertukar pengalaman dengan Sri Lanka terkait nation-building. Pasalnya, negara yang mendapatkan kedaulatannya pada 1947 sebagai negara kesemakmuran ini memiliki komitmen kuat dalam bidang pembangunan kebangsaan setelah penyelesaian konflik.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kerja sama

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top