Lawan Informasi "Bohong", Vietnam Luncurkan Tentara di Dunia Maya

Vietnam meluncurkan tentara di dunia maya yang beranggotakan 10.000 orang untuk melawan ancaman informasi tak berdasar di internet. Keberadaan unit tersebut diketahui seiring tekanan pemerintah setempat kepada Youtube dan Facebook untuk menghapus video serta akun yang dianggap merusak reputasi para pemimpin partai maupun yang mempromosikan pandangan anti partai.
Newswire | 27 Desember 2017 12:20 WIB
Ilustrasi seorang pria sedang mengetik kode siber. - Reuters/Kacper Pempe

Bisnis.com, JAKARTA - Vietnam meluncurkan tentara di dunia maya yang beranggotakan 10.000 orang untuk melawan ancaman informasi tak berdasar di internet.

Dilansir Bloomberg, Rabu (27/12/2017), unit yang dinamakan Force 47 itu bertugas melawan informasi yang dianggap tidak benar di internet. Hal itu disampaikan oleh kepala deputi departmen politik di bawah Vietnam People's Military Nguyen Trong Nghia, seperti disampaikan oleh harian Vietnam Tuoi Tre.

Keberadaan unit tersebut diketahui seiring tekanan pemerintah setempat kepada Youtube dan Facebook untuk menghapus video serta akun yang dianggap merusak reputasi para pemimpin partai maupun yang mempromosikan pandangan anti partai.

Tahun ini, Facebook menghapus 159 akun atas permintaan Vietnam. Sementara itu, Youtube menurunkan 4.500 video atau 90% dari yang diminta pemerintah setempat.

DPR Vietnam tengah membahas undang-undang keamanan siber yang mengharuskan perusahaan teknologi menyimpan datanya di server yang ada di Vietnam.

EMarketer Inc. mencatat hampir 60% penduduk Vietnam berusia di bawah 35 tahun dan menjadikan negara ini sebagai negara dengan tingkat penetrasi media sosial tertinggi di dunia. Menurut Nghia, lebih dari 60% penduduk Vietnam terkoneksi dengan dunia maya.

Facebook dan Youtube belum memberikan komentar terkait hal ini.

Namun, beberapa waktu lalu Facebook menyampaikan telah menghapus akun-akun palsu dan ujaran kebencian yang melanggar kebijakan perusahaan.

Sementara itu, Executive Chairman Alphabet Inc. Eric Schmidt berjanji akan bekerja sama dengan Pemerintah Vietnam untuk melawan konten buruk yang ada di Youtube. Hal itu disampaikannya ketika bertemu dengan Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc pada Mei 2017.

Sumber : Bloomberg

Tag : vietnam
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top