Natal WNI di Korsel: Pesan Keberagaman dan Semangat Kebhinekaan

Lagu pujian berjudul Joyful Joyful! dibawakan oleh Jemaat Gereja Pantekosta Indonesia (GPdI)-Seoul terasa sangat mewakili suka cita dan kemeriahan Natal Warga Negara Indonesia umat Kristiani di Seoul dan sekitarnya.
Stefanus Arief Setiaji
Stefanus Arief Setiaji - Bisnis.com 25 Desember 2017  |  20:01 WIB
Natal WNI di Korsel: Pesan Keberagaman dan Semangat Kebhinekaan
Dekorasi Natal - Istimewa
Kabar24.com, JAKARTA — Lagu pujian berjudul “Joyful Joyful!” dibawakan oleh Jemaat Gereja Pantekosta Indonesia (GPdI)-Seoul terasa sangat mewakili suka cita dan kemeriahan Natal Warga Negara Indonesia umat Kristiani di Seoul dan sekitarnya. 
 
Suhu dingin yang mencapai minus 4 sore itu (25/12/2017) tidak begitu terasa. Semua larut bergembira mengungkapkan kebahagiaan merayakan kelahiran Yesus sang juru selamat. 
 
Tak kurang dari 300 WNI dari lima gereja di bawah naungan Persekutuan Gereja Indonesia di Korea (PGIK) bekerja sama dengan KBRI Seoul merayakan puncak peringatan Natal di Gereja Baptist Yeoido, yang hanya berjarak 3 menit dari KBRI Seoul.
 
Selain GPdI-Seoul, beberapa gereja Indonesia lainnya juga turut memeriahkan perayaan Natal kali ini. Gereja Sejungang, Gereja AIC (Antioch Indonesia Community) Ansan, AIC Incheon dan AIC Suwon tak mau kalah memberikan berbagai tampilan puji-pujian yang menghibur lagi mendidik dalam lakon drama komedi hingga lagu mendayu mengenai kerinduan merayakan Natal di kampung halaman.
 
 
Duta Besar RI untuk Korea Selatan di Seoul Umar Hadi yang hadir pada perayaan Natal WNI turut mengungkapkan rasa suka cita atas perayaan Natal tahun 2017. 
 
Selain mendoakan agar seluruh WNI di Korsel selalu dilimpahi kesehatan dan kebahagiaan, Dubes juga mengingatkan agar seluruh masyarakat Indonesia di Korsel menjaga persatuan. 
 
“Kita sangat beruntung karena tidak ada negara di dunia ini yang seberagam Indonesia. Memang tidaklah mudah, namun  kita harus senantiasa berjuang untuk bersatu, dalam wadah Republik yang ber Bhineka Tunggal Ika,” pesan Dubes.
 
Perayaan Natal WNI di Seoul dan sekitarnya diawali  ibadah Natal dengan liturgi yang dipimpin oleh Pendeta Dedy. Selain itu, perwakilan dari komponen masyarakat Indonesia turut menyalakan lilin Malam Kudus. Di antaranya yaitu Ketua PGIK, Perwakilan TKI, Perwakilan Mahasiswa, Perwakilan Kawin Campur (mix married) dan Perwakilan KBRI.
 
 
 
Selain di Seoul, perayaan Natal oleh WNI juga dilaksanakan di tempat-tempat lainnya. Tercatat sebanyak 17 Gereja Indonesia tersebar di seluruh wilayah Korea Selatan.  Khusus wilayah Selatan, acara Natalan dilaksanakan di kota Changwon pada tanggal 24 Desember 2017.
 
Berbeda dari tradisi bertukar kado natal ala budaya Barat, yang paling dinanti saat Natal di Korea Selatan adalah nyanyian Natal. Anak kecil dan remaja biasanya menggelar pesta Christmas Carol  yang berawal di Gereja, dan kemudian berkeliling ke rumah warga untuk diundang makan atau sekedar minum minuman hangat, seperti pada “trick or treat” saat Halloween. 
 
“Christmas Carol dan puji-pujian itu juga turut dihadirkan dalam perayaan Natal WNI di Korsel, namun pembagian hadiah sebagai bentuk suka cita juga tak ditinggalkan,” ujar P. Widodo, pejabat Pensosbud KBRI Seoul.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Natal dan Tahun Baru

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top