Natal dan Tahun Baru 2018: Polisi Pantau 22 Distributor Bahan Pokok

Polisi tengah berupaya memastikan stabilitas harga dan stok pangan jelang Natal dan tutup tahun, salah satunya melalui pemantauan jalur distribusi.
Fariz Fadhillah
Fariz Fadhillah - Bisnis.com 14 Desember 2017  |  09:50 WIB
Natal dan Tahun Baru 2018: Polisi Pantau 22 Distributor Bahan Pokok
Menjelang Natal dan pergantian tahun, harga bahan pokok di pasar tradisional di Balikpapan mulai naik. - Bisnis.com/Fariz Fadhillah

Kabar24.com, BONTANG - Polisi tengah berupaya memastikan stabilitas harga dan stok pangan jelang Natal dan tutup tahun, salah satunya melalui pemantauan jalur distribusi.

Di Bontang misalnya, jelang momen ini, Kapolres Bontang AKBP Dedi Agustono tak menampik jika harga pangan berpotensi naik lantaran permintaan meningkat.

Hal serupa terjadi saat Ramadan lalu, komoditas seperti daging sapi naik dari Rp 130 menjadi Rp 135 ribu dan bawang putih semula Rp15 ribu menjadi Rp45 ribu.

Bontang masih bertumpu pada Balikpapan dan Samarinda sebagai pemasok bahan kebutuhan pokok.

Dedi menyebutkan, Polres telah menurunkan personel reserse kriminal untuk memantau jalur distribusi. Pemantauan juga dilakukan terhadap 22 gudang distributor dan pasar-pasar di seluruh Bontang. Sejak hari ini semuanya akan dipantau secara berkala.

“Dengan turunnya tim, diharapkan mengurungkan niat para kartel untuk memainkan harga pangan. Tidak boleh ada penumpukan di tingkat distributor,” kata Dedi didampingi Kasat Reskrim Iptu Rihard Hernando,  kepada Bisnis, Kamis (14/12/2017) pagi.

Ia meminta, masyarakat yang menemukan adanya praktik persaingan usaha tak sehat, agar tidak takut melapor ke Polisi.

“Jika cukup bukti, maka akan diproses secara hukum sesuai UU Pangan dan Perlindungan Konsumen,” sambungnya.

Ia menyebutkan, saat ini, mayoritas harga pangan di Kota Taman dan sekitarnya aman terkendali. Pemantauan yang dilakukan, kata dia, juga sesuai maklumat pusat terkait masalah pangan.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto selaku Ketua Satgas Pangan sebelumnya meminta jajaran Kepolisian Daerah aktif melakukan pengawasan, memperoleh data dan informasi awal, untuk kepentingan penegakan hukum.

“Identifikasi lebih dalam terhadap potensi–potensi kejahatan merupakan bagian dari kegiatan reserse. Semua karena penegakan hukum itu justru mesti memastikan jangan sampai ada pihak yang bermain,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga pangan, Natal dan Tahun Baru

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup