Investor Lebih Kebal Terhadap Aksi Korut

Korea Utara kembali meluncurkan rudal balistik antarbenuanya ke perairan dekat Jepang pada Rabu (29/11). Namun, aksi militer Pyongyang tersebut tampaknya tak lagi memberikan pengaruh yang berarti bagi pasar global.
Yustinus Andri DP | 29 November 2017 20:33 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un memberi panduan program senjata nuklir dalam foto tak bertanggal yang dirilis Kantor Berita Pusat Korea Utara Korea Utara. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Korea Utara kembali meluncurkan rudal balistik antarbenuanya ke perairan dekat Jepang pada Rabu (29/11/2017). Namun, aksi militer Pyongyang tersebut tampaknya tak lagi memberikan pengaruh yang berarti bagi pasar global.

Hal itu setidaknya tercermin dari indeks Kospi Korea Selatan yang dibuka menguat pada Rabu (29/11/2017). Indeks acuan tersebut secara bertahap naik 0,4% dengan dorongan dari saham-saham sektor keuangan dan otomotif.

Adapun, pergerakan indeks Kospi berakhir di zona merah pada hari tersebut, karena turun 0,05% atau 1,29 poin di level 2.512,90. Namun, penurunan di bursa tersebut lebih disebabkan oleh buruknya kinerja sektor teknologi, karena harga saham Samsung Electronics Co. Ltd, kembali merosot.

Di sisi lain, nilai tukar won justru kembali berakhir menguat 0,70% atau 7,59 poin di posisi 1.076,68 per dolar AS, setelah pada Selasa (28/11) berakhir terapresiasi 0,40% di posisi 1.084,27.

“Saya percaya pasar lebih merespon data ekonomi daripada sentimen geopolitik untuk beberapa waktu terakhir. Mengingat data ekonomi sedang bullish, pasar tampaknya lebih fokus pada hal itu,” kata Vivek Rajpal, Rates Strategist Nomura Holding Inc, seperti dikutip dari Bloomberg (29/11/2017).

Rajpal melihat, pergerakan yang cukup berarti di pasar Korea Selatan dan kawasan sekitarnya akan berpeluang terjadi ketika Bank Sentral Korea (BoK) mengumumkan kebijakan moneter terbarunya pada Kamis (30/11). Selain itu sentimen juga berpotensi muncul ketik BoK merilis proyeksi produk domestik bruto (PDB) Korsel pada Jumat (1/11).

“Pasar nampaknya mulai lelah dengan aksi militer Korut ini. Mereka melihat aksi Pyongyang akan terus berlanjut, tetapi dengan probabilitas bahaya yang menurun. Di sisi lain, pasar juga telah mendapatkan suntikan kepercayaan dari pemulihan ekonomi global,” kata Sanjay Mathur, Kepala Ekonom Australia & New Zealand Banking Group Ltd.

Seperti diketahui, Korea Utara pada Rabu (29/11 mengumumkan melalui saluran televisi nasionalnya  bahwa  mereka berhasil melepaskan sebuah rudal Hwasong-15. Mereka mengklaim rudal antarbenua tersebut memiliki teknologi yang lebih baik sehingga akan mampu menjangkau seluruh kawasan AS.

Sementara itu, Jepang melaporkan  bahwa rudal tersebut telah terbang selama 53 menit dengan dengan ketinggian lebih dari 4.000 kilometer. Tokyo menyebutkan, rudal tersebut mendarat di perairan sekitar 250 kilometer dari pantai barat lautnya.

Adapun, pascapeluncuran rudal Korut tersebut, Menteri Keuangan Korea Selatan Kim Dong-yeon mengatakan,mereka akan memantau secara ketat perubahan di sektor ekonominya. Dia berjanji akan mengambil sejumlah langkah untuk menstabilkan pasar, jika terjadi gejolak yang dinilain terlalu parah. Terpisah, Deputi Gubernur Senior BoK Yoon Myun-shik juga mengatakan bahwa dampak pada pasar akibat peluncuran rudal Korut tersebut cenderung terbatas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
nuklir korut

Sumber : bloomberg
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top