Dampak Erupsi Gunung Agung, WNA Diizinkan Keluar dari Pintu Selain Bali

Menyusul erupsi Gunung Agung di Bali, Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM mengizinkan warga negara asing untuk memilih pintu keluar dari provinsi lain.
Samdysara Saragih | 28 November 2017 22:43 WIB
Wisatawan mancanegara menunggu keberangkatan pesawat, di bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, Selasa (28/11). - Bloomberg/Putu Sayoga

Kabar24.com, JAKARTA — Menyusul erupsi Gunung Agung di Bali, Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM mengizinkan warga negara asing untuk memilih pintu keluar dari provinsi lain.

"Kantor Imigrasi Ngurah Rai diberikan kewenangan untuk memberikan izin tinggal dalam keadaan terpaksa kepada WNA sehingga mereka dapat keluar dari pintu keluar selain Bali," kata Kepala Bagian Humas Ditjen Imigrasi Agung Sampurno dalam keterangan resmi, Selasa (28/11/2017).

Kanim Imigrasi Ngurah Rai merupakan salah satu kantor imigrasi di Pulau Dewata selain Denpasar dan Singaraja. Dari tiga kantor tersebut terdata 24.979 orang asing di Bali dengan izin tinggal berlaku sampai 25 November.

Rinciannya, Izin Tinggal Kunjungan (ITK) 9.593 orang, Izin Tinggal Terbatas (Itas) 12.457 orang, dan Izin Tinggal Tetap (Itap) 2.929 orang.

Agung menjelaskan sejak 25 Oktober-26 November 2017 Tempat Pemeriksaan Imigrasi Ngurah Rai mencatat kedatangan 441.349 orang ke Bali dan keberangkatan 462.133 orang. Lima negara asal WNA terbesar adalah China, Australia, India, Inggris, dan Jepang

Tag : gunung agung
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top