Prihatinkan Kondisi Golkar, Poempida Hidayatulloh Tawarkan Solusi Ini

Salah seseorang mantan fungsionaris Golkar, Poempida Hidayatullah mengaku merasa semakin sedih melihat kondisi dan perkembangan yang terjadi di tubuh Partai Golkar.
Saeno | 26 November 2017 09:57 WIB
Ilustrasi: Suasana Munaslub Golkar di Nusa Dua, Bali (15/5/2016). - Antara/Nyoman Budhiana

Kabar24.com, JAKARTA - Kondisi Partai Golkar saat ini mengundang keprihatinan orang-orang yang berada atau pernah bernaung di sana.

Salah seseorang mantan fungsionaris Golkar, Poempida Hidayatullah mengaku merasa semakin sedih melihat kondisi dan perkembangan yang terjadi di tubuh Partai Golkar.

"Prediksi saya dalam melihat proses penghancuran Golkar pun ternyata terbukti, karena memang sejak awal saya sudah pernah sampaikan bahwa memang ada agenda sistemik pelemahan partai politik, terutama untuk Golkar," tulis Poempida dalam pernyataannya, diterima Minggu (26/11/2017).

Poempida menyatakan ada beberapa hal yang membuat Golkar menjadi objek ketidaksukaan pihak tertentu, yaitu :

  1. Golkar adalah Partai Warisan Orde Baru.
  2. Golkar Selalu berada dalam lingkaran kekuasaan.
  3. Golkar adalah Partai yang sangat Demokratis, mengendalikannya harus melalui suatu proses demokratis yang kadang membutuhkan upaya yang keras dan waktu yang panjang.
  4. Banyaknya Kader-kader berpengaruh baik di pusat maupun di daerah.
  5. Banyaknya masalah hukum menimpa kader-kader Partai Golkar.
  6. Selalu mempunyai peran signifikan dalam proses politik apa pun.
  7. Memiliki basis pemilih dan pendukung tradisional maupun rasional yang signifikan.

Poin-poin di atas, menurut Poempida, menjadi daya tarik bagi pihak-pihak tertentu untuk melemahkan Golkar.

"Anehnya, elit-elit Golkar tidak begitu menyadari keberadaan masalah tersebut. Bahkan terkesan tidak solid dan selalu berpotensi menjadi suatu konflik internal yang lebih jauh menjadi suatu krisis," ujar Poempida seraya mengingatkan bahwa "Krisis harus ditangani dengan suatu metodologi yang cepat, tegas, solid dan terintegrasi."

Dalam pernyataannya, Poempida mengingatkan bahwa Golkar tidak dapat lagi berkaca pada kejayaan masa lalunya. "Karena zaman sudah berubah."

Lebih jauh disebutkan bahwa cara berpikir generasi milenial dalam menyikapi perilaku para pemimpin/calon pemimpin sudah berubah paradigma nya. "Untuk krisis kali ini, Golkar harus melihat fakta-fakta yang ada. Berdasarkan survei yang akan dirilis dalam waktu dekat oleh Orkestra - Organisasi Kesejahteraan Rakyat elektabilitas partai sudah menyentuh angka 7% saja. Hal ini menunjukkan tren penurunan yang signifikan dan berpotensi menempatkan Golkar menjadi partai kecil."

Poempida menggarisbawahi, solusi atas krisis yang terjadi saat ini adalah membangun solidaritas internal yang kuat dipimpin oleh sekelompok sosok yang kredibel, kapabel dan berintegritas.

"Kepemimpinan perorangan dapat dikatakan tidak lagi efektif. Diperlukan suatu kepemimpinan kolektif (tetap dipimpin oleh seorang Ketua Umum yang berintegritas) yang kompak dan berorientasi dalam menjaga dan membesarkan partai," ujar Poempida.

"Saya melihat potensi rebounce dari krisis ini masih ada. Nasib partai ini akan ditentukan dalam Munaslub yang mudah-mudahan dapat dilaksanakan secepatnya," ujar Poempida.

"Saya pribadi mengimbau agar politik praktis berbasis transaksi harus dihindarkan, agar Golkar tidak kembali terbelenggu kepada masalah-masalah yang sama. Tragedy of the commons, kalau dalam bahasa sistemnya," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Munaslub Golkar

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top