Resmikan Pusat Penelitian Kakao Di Sulawesi, Wapres JK Ingin Produktivitas Naik

Wakil Presiden Jusuf Kalla menginginkan pembangunan Pusat Penelitian Kakao di Pangkep, Sulawesi Selatan dapat mendorong peningkatan produktivitas kakao nasional yang masih rendah.
Irene Agustine | 18 November 2017 18:31 WIB
Wapres Jusuf Kalla saat - Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR

Bisnis.com, PANGKEP -- Wakil Presiden Jusuf Kalla menginginkan pembangunan Pusat Penelitian Kakao di Pangkep, Sulawesi Selatan dapat mendorong peningkatan produktivitas kakao nasional yang masih rendah.

Hal tersebut dia sampaikan saat menghadiri ground breaking Cocoa Research Center tersebut, investasi research and development dari Mars Symbioscience Indonesia di Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabru (18/11/2017).

Wapres menjelaskan bahwa produksi kakao Indonesia masih tertinggal dari Ghana dan Pantai Gading, padahal potensi peningkatan produktivitas masih sangat terbuka dengan luasnya lahan, iklim dan jumlah petani.

Saat ini, dia mengatakan kisaran produktivitas kakao di Indonesia hanya berkisar 600kg-700kg/ha atau jauh tertinggal dengan kompetitor yang mampu memiliki produktivitas kakao lebih dari 2 ton/ha.

"Maka upaya satu- satunya adalah bagaimana tingkatkan teknologinya lewat penelitian, sehingga kita bisa naik ke peringkat dua atau satu di dunua untuk urusan produktivitas," katanya, saat memberikan sambutan.

Selain untuk mengerek produksi kakao nasional, Wapres JK menambahkan peningkatan produktivitas juga penting untuk memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat.

"Meningkatkan produktivitas menjadi 1,5 ton itu sangat mungkin. Kita bisa mempunyai tambahan penghasilan sampai Rp 9triliun kepada masyarakat, bayangkan jika terbagi kepada petani-petani kecil," jelasnya.

Mars Symbioscience Indonesia merupakan anak perusahaan produsen coklat dunia, Mars Inc. yang sebelumnya telah membangun fasilitas serupa di Tarengge, Sulawesi Selatan pada 2010.

Dengan nilai investasi sebesar US$4 juta dollar, Pusat Penelitian Kakao di Pangkep tersebut akan menempati area 95,2 hektare.  Adapun, pembangunan tersebut akan memperluas jaringan komoditas kakao Mars setelah sebelumnya dibangun di Brazil, Ekuador dan Amerika Serikat.

Dengan pembangunan Research and Development (R&D) tersebut, Mars menargetkan dapat memperbaiki produksi dan pengelolaan kebun petani kakao. Konkretnya, produktivitas dapat terkerek dari dibawah 1ton/ha saat ini menjadi lebih dari 3ton/ha.

Mars sendiri memiliki sejarah satu abad di dunia sebagai produsen coklat dan memulai aktivitasnya di Indonesia pada 1996. Salah satu merk coklat ternama yang dikeluarkan perusahaan ini adalah Snickers dan M&M.

Tag : jusuf kalla
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top