Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

3 Proyek Raih Penghargaan Sebagai Solusi Pembangunan Berkelanjutan

United Nation Social Development Solution Network (UNSDSN) berkerjasama dengan mitranya Yayasan Upaya Damai Indonesia (United in Diversity /UID) tahun ini kembali memberikan penghargaan UID-UNSDSN Award untuk proyek sosial dan ekonomi yang mampu menjadi solusi bagi pembangunan berkelanjutan.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 02 November 2017  |  09:52 WIB
3 Proyek Raih Penghargaan Sebagai Solusi Pembangunan Berkelanjutan
Menteri Pariwisata Arief Yahya (kedua kiri), Manager for SDSN Elena Crete (ketiga kiri), Ketua Yayasan Upaya Indonesia Damai (UID) Mari Elka Pangestu (keempat kiri) dan Direktur PT Gajah Tunggal Tbk Catharina Widjaja(ketiga kanan), bersama perwakilan pemenang UID-UN SDSN Award - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - United Nation Social Development Solution Network (UNSDSN) berkerjasama dengan mitranya Yayasan Upaya Damai Indonesia (United in Diversity /UID) tahun ini kembali memberikan penghargaan UID-UNSDSN Award untuk proyek sosial dan ekonomi yang mampu menjadi solusi bagi pembangunan berkelanjutan.

Melalui seleksi yang ketat, tim juri telah memilih 3 proyek yang dinilai memenuhi kriteria untuk mendapat nominasi yaitu, proyek pemberdayaan petani coklat yang dikelola Krakakoa Chocolates, pemberdayaan masyarakat dalam bidang sampah yang dikelola Bintang Sejahtera dan pemberdayaan wanita dalam penggunaan lampu bertenaga matahari (Mothers of Light).

Dalam keputusan akhir, dewan juri memutuskan proyek bank sampah Bintang Sejahtera (waste management) keluar sebagai pemenang dengan menerima uang tunai Rp300 juta dari sponsor PT Gajah Tunggal Tbk, perusahaan industri terbesar yang banyak terlibat dalam proyek lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan. Penghargaan diserahkan hari ini (Rabu 1/10) di Yogyakarta, bersamaan dengan penyelenggaraan konferensi pariwisata berkelanjutan, International Conference on Sustainable Tourism, di Yogyakarta.

“Penghargaan ini mempunyai arti penting untuk menghargai solusi inovatif yang tumbuh di tengah masyarakat dan dapat berkontribusi terhadap pariwisata berkelanjutan. Bagaimana proyek pemberdayaan petani kakao bisa menjadi contoh agrowisata, bagaimana sistem pengelolaan limbah bisa bekerjasama dengan pelaku dan komunitas pariwisata, dan bagaimana solusi penerangan matahari sederhana bisa memberdayakan banyak desa wisata dan homestays," kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya dalam siaran persnya.

Manager for SDSN Elena Crete mengatakan sangat terkesan dengan proyek-proyek yang diinisiatif masyarakat seperti yang masuk dalam nominasi UID-UNSDSN Award 2017 ini. "Sangat menyenangkan bekerja dengan jaringan profesional pembangunan berkelanjutan yang mengesankan guna mendukung tujuan global kita melalui tindakan lokal. Penghargaan UID adalah contoh dampak yang mungkin terjadi saat para ahli dimobilisasi menuju tujuan bersama," kata Elena.

Tahun 2017 ini adalah tahun ketiga penyelenggaraan UID-UNSDSN Award, setelah sebelumnya pada 2013 dimenangkan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalu proyek Better Road Forward, proyek pembangunan jalan pedesaan dengan menggunakan paving block yang diproduksi masyarakat sekitar, dan pada 2014 dimenangkan oleh komunitas Learning Farm, Cipanas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yaitu pelatihan perkebunan organik untuk pemuda yang kurang beruntung.

Selain melalui UID-UNSDSN Award, Yayasan UID juga telah melakukan berbagai kegiatan untuk mendorong penerapan konsep pembangunan berkelanjutan seperti mengadakan workshop kepemimpinan bagi kalangan generasi muda antara lain menyelenggarakan Youth Action Forum, IDEAS.

Profil Proyek penerima penghargaan

1. Bank Sampah Bintang Sejahtera.

Proyek ini diinsitif oleh organisasi lokal di NTB (Nusa Tenggara Barat) dengan fokus utama dalam pengelolaan lingkungan (pengelolaan limbah), pengembangan sumber daya manusia serta kewirausahaan sosial. Organisasi ini menyediakan pekerjaan dari pengelolaan limbah untuk orang-orang di sekitar yang hidup dalam kemiskinan, terutama bagi ibu rumah tangga tidak terampil dan tidak berpendidikan. Pengelolaan sampah kami meliputi wilayah Pulau Lombok.

Bank Sampah Bintang Sejahtera NTB berdiri pada Juli 2010 dengan tujuan mencari solusi untuk masalah sampah, pengembangan kewiraswastaan lokal, pemberdayaan masyarakat dan dukungan pemerintah NTB untuk mengelola sampah dan lingkungan. Proyek ini adalah program pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Manajemen pengelolaan menggunakan konsep 4R yaitu reduce, reuse, recycle dan replant atau mengurangi, menggunakan kembali, mendaur ulang dan menanam kembali. Organisasi ini aktif mengenalkan konsep dan sistem bank sampah (penghematan sampah) kepada masyarakat, perorangan, sekolah, pihak swasta/perusahaan maupun instansi pemerintah.

Saat ini ada 55 unit Bank Sampah yang dikelola Lombok di Bank Sampah Bintang Sejahtera, terus mendorong dan mendukung pihak lain untuk memulai Unit Sampah Bank mereka sendiri. rganisasi ini juga memberi pelatihan intensif tentang bagaimana mengolah sampah organik dan anorganik, melakukan lokakarya inkubasi bisnis dan melatih mereka melalui proses tersebut. Dukungan ini berarti memastikan Unit Bank Sampah dioperasikan dengan baik dan mendapatkan keuntungan sebagai nilai pengembalian dari melestarikan.

Untuk membiayai program pendidikan, Bank Sampah Bintang Sejahtera membeli limbah anorganik dari masyarakat, masyarakat, unit Bank Sampah, perusahaan, institusi, restoran, hotel, dan lain-lain. Kemudian memproses limbah anorganik jenis tertentu melalui 6 langkah, penyortiran-penghancuran / pengeringan-pengeringan -packaging-shipping ke pembeli di Bali & Surabaya. Kami juga mengubah sampah anorganik lainnya menjadi kerajinan tangan seperti tas belanja, kantung, dompet, kotak tisu, dan lain-lain. Bintang Sejahtera juga mengolah sampah organik menjadi pupuk dan gas dan akhirnya menjadi listrik.

2. Mothers of Light

Gerakan ini memberikan pelatihan kepada perempuan untuk menjadi wirausahawan penerangan matahari di masyarakat terpencil. Model bisnisnya adalah Model Layanan 'Biaya Plus'. Gerakan ini memiliki 2 tipe model bisnis yaitu Model Mothers of Light Business Model dan Model Kemitraan yang asli (yang disebut model Friends of Light)
Lampu diberikan kepada pengusaha wanita pedesaan terlatih (yang disebut Mothers of Light), secara mikro-konsinyasi. Kemudian Mothers of Lights menjual lampu melalui cicilan atau pembayaran satu kali kepada pelanggan, dan membayar Mothers of Light kembali dengan lampu (dengan mark up yang disepakati untuk organisasi). Setiap Mothers of Light mendapat komisi untuk penjualan lampu.

Untuk model, Friends of Light Business Model (Model Kemitraan) gerakan ini bekerjasama dengan lembaga keuangan mikro (LKM), kemudian mitra memilih kelompok perempuan yang paling sesuai dalam jaringan nasabah mereka. Setelah melalui pelatihan (Mothers of Light Training), gerakan ini menyediakan lampu-lampu tersebut secara mikro-konsinyasi kepada wiraswasta wanita pedesaan. Di sini, mitra LKM kami memberikan pinjaman mikro kepada pelanggan untuk membeli lampu surya.
Gerakan Mothers of Light fokus pada pemberdayaan perempuan, yang seperti yang kita semua tahu memberdayakan rumah tangga dan seluruh masyarakat. Bahkan dalam situasi dimana menerima pesanan besar dari pemerintah, Mothers of Light fkita langsung menjualnya kepada mereka, tapi melalui mitra agar mereka dapat menuai keuntungan. Inilah manfaat sosialnya.

Manfaat lingkungan yang diperoleh dari gerakan ini adalah mengurangi emisi karbon dioksida dn juga model bisnisnya bisa memastikan bahwa pengusaha wanita pedesaan dan pengusaha memperoleh pendapatan, dan pelanggan pedesaan menikmati penghematan biaya.

3. Cokelat Krakakoa

Cokelat Kakoa didirikan untuk mengatasi masalah di sektor kakao Indonesia dan bekerja untuk memenuhi 3 misi:
Meningkatkan kesejahteraan dan meningkatkan taraf hidup petani kakao petani kecil di Indonesia
Menghasilkan cokelat berkualitas tinggi untuk memperbaiki profil sektor kakao dan coklat Indonesia

Berkontribusi pada pembangunan ekonomi Indonesia dengan tetap mempertahankan aktivitas penambahan nilai dan pekerjaan di dalam negeri
Sampai saat ini, Kakoa telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 160 petani di 5 desa di sekitar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Kakoa telah membangun pabrik percontohan cokelat dan memiliki 24 produk dan ritel di lebih dari 100 lokasi di seluruh Jakarta. Kakoa telah mengekspor produknya ke Singapura, Hong Kong, Swiss dan Liechtenstein.

Dengan pendekatannya, Krakako dapat membayar petani sekitar 2 kali harga pasar untuk biji kakao berkualitas baik. Hal ini memotivasi mereka untuk menerapkan praktik pertanian yang baik yang mereka pelajari. Hal ini menyebabkan keuntungan langsung bagi pendapatan mereka, keluarga mereka, kemampuan mereka untuk menginvestasikan kembali dan mengembangkan bisnis mereka dan memastikan masa depan yang lebih cerah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

proyek
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top