Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ciputra dan Pelukis Hendra Gunawan: Kenangan Membuat Pak Ci Teteskan Air Mata

Ciputra dikenal sebagai seorang kolektor benda seni. Mengoleksi benda seni rupanya juga melibatkan hubungan emosional.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 31 Oktober 2017  |  23:17 WIB
Chairman Ciputra Group, Ciputra, di Jakarta, Senin (14/8/2017). - JIBI/Dwi Prasetya
Chairman Ciputra Group, Ciputra, di Jakarta, Senin (14/8/2017). - JIBI/Dwi Prasetya

Kabar24.com, JAKARTA - Ciputra dikenal sebagai seorang kolektor benda seni. Mengoleksi benda seni rupanya juga melibatkan hubungan emosional.

Ciputra, yang disapa Pak Ci oleh orang-orang yang dekat dengannya, dikenal sebagai seorang kolektor karya seni. Dia mengoleksi banyak karya seni dari beberapa seniman terkemuka di Indonesia. Salah satu yang paling banyak dikoleksinya adalah karya-karya pelukis almarhum Hendra Gunawan.

Pak Ci yang kini berusia 86 tahun menceritakan bagaimana pengalamannya menjadi kolektor karya seni dan berhubungan dengan seniman seperti Hendra Gunawan. Kondisi seniman saat ini dan zaman dulu jelas berbeda, menurutnya seniman saat ini telah berada dalam kualitas hidup yang lebih baik.

Ciputra sangat dekat dengan Hendra Gunawan dan sering membantu sang seniman dengan membeli karyanya ataupun membantu memasarkan karya tersebut. Dia sering berkirim surat dengan Hendra Gunawan ketika masih hidup.

Surat-surat tersebut untungnya diarsipkan dengan baik oleh kritikus seni Agus Dermawan T dalam bentuk kliping foto kopian dari surat aslinya.

Agus menyebut surat-menyurat mereka seperti surat-menyurat antara Vincent Van Gogh dan kakaknya Theo Van Gogh. Surat-surat tersebut menunjukkan betapa besar kepedulian Ciputra terhadap dunia seni dan Hendra Gunawan.

"Saya mencintai Hendra Gunawan. Saya terus berjuang demi seni di Indonesia karena dia. Saya membuat Ciputra Artpreneur juga karena dia," katanya.

Salah satu momen Hendra yang paling diingat Ciputra adalah menjelang meninggalnya sang seniman. Pada 1983, turur Ciputra, pernah tiba-tiba sangat ingin pergi ke Bali untuk mengunjungi Hendra Gunawan.

Dia datang dan berkunjung ke rumah baru Hendra Gunawan dan bertemu dengannya. Ciputra bertanya di mana karya seni yang dibuatnya karena di rumahnya saat itu tak ada satu pun karya seni dari sang seniman, baik berupa patung maupun lukisan.

Hendra menjawab lukisannya telah dijaminkan di bank untuk membiayai rumahnya.

Mendengar hal tersebut, Ciputra langsung meminta Hendra menebus lukisannya dengan sejumlah uang yang dia berikan. Setelah menebus lukisannya, ICiputra membantu memasarkan lukisan-lukisan tersebut. Sayang, tak lama berselang, Hendra menghembuskan nafas terakhirnya. Cerita tersebut menjadi cerita terakhir Ciputra bersama Hendra.

"Dari tiga lukisan hanya dua yang terjual, saya bantu jualkan kepada teman saya. Tiga hari setelah itu, Hendra Gunawan meninggal," ujarnya Ciputra sambil meneteskan air mata.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ciputra seniman
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top