PILKADA JATIM 2018: Ini Pesan Untuk Partai Gerindra

Partai Gerakan Indonesia Raya mesti mendorong calon gubernur yang berkomitmen memenangkan Prabowkmo di daerah itu 2019 mendatang.nn
MG Noviarizal Fernandez | 16 September 2017 19:03 WIB
Menteri Sosial Khofifah Indarparawansa - Antara/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Partai Gerakan Indonesia Raya mesti mendorong calon gubernur di Pilgub Jatim 2018 yang berkomitmen memenangkan Prabowo  pada Pilpres 2019.

Direktur Indonesia Development Monitorong Bidang Kajian Politik dan Sosial, Bin Firman Tresnadi mengatakan  dari 171 daerah yang mengikuti Pilkada serentak 2018, ada 17 Provinsi akan melakukan Pemilihan Gubernur termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Tentu saja ketiga provinsi yang memiliki pemilih terbanyak saat Pilpres sehingga ketiga daerah mendapat sorotan lebih di luar provinsi lainnya yang juga turut menyelenggarakan pemilihan gubernur," Sabtu (16/9/2017)

Dia mengatakan dalam Pilpres 2014 hanya di Jawa Barat saja Prabowo bisa menang. Adapun di Jawa Tengah dan Jawa Timur menjadi basis kekuatan kemenangan Joko Widodo.

"Tentu saja Pilgub di tiga provinsi di pulau Jawa terkait tokoh yang akan diusung oleh PDIP dan Gerindra akan punya pengaruh besar dalam Pilpres 2019  terhadap Capres dari PDIP dan Gerindra," tambahnya.

Dia menilai  peta suara di Jawa Tengah dan Jawa Barat sudah bisa diprediksi.  Jawa Tengah adalah kandang banteng. Para simpatisannya pun sangat militan sebagai pemilih PDIP dan Joko Widodo. Sementara Jawa Barat lebih didominasi oleh Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019.

"Hal yang  harus diperhatikan oleh kedua kubu antara Joko Widodo dan Prabowo adalah Pilgub di Jawa Timur. Sebab di Jawa Timur Prabowo tidak terlalu kuat,  jauh dari Joko Widodo saat Pilpres 2014. Jadi medan pertarungan sesungguhnya ada di daerah ini," paparnya.

Berdasarkan pantauannya, paling tidak ada tiga tokoh yang diprediksi maju sebagai bakal Cagub Jatim. Mereka adalah Wakil Gubernur Jatim saat ini Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, dan Ketua Kadin di Jatim, La Nyalla Mattalitti yang saat Pilpres 2014 sebagai ketua Tim pemenangan Prabowo-Hatta.

Dari situ, kata dia, terlihat jelas  PDIP dan PKB sebagai partai pendukung Joko Widodo akan mengusung Gus Ipul, sedangkan PPP, Hanura, Nasdem dan Golkar sepertinya bakal mengusung Khofifah, sementara Gerindra, Partai Demokrat, PAN dan PKS belum terlihat akan mengusung keduanya.

Dia memprediksi  Gerindra tidak akan mendukung Gus Ipul ataupun Khofifah karena sebab kedua tokoh itu tidak memiliki komitmen kuat untuk menyukseskan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019.

"Jelas kedua tokoh ini ada di kubu partai yang mendukung Joko Widodo. Bisa jadi keduanya sengaja akan dibuat head to head karena siapapun yang menang  tetap pro Joko Widodo pada  Pilpres 2019," urainya.

Untuk itu, dia menyarankan, Partai Gerindra untuk mendukung pihak yang telah menunjukkan komitmen mending Prabowo. Dari ketiga bakal calon kontestan tersebut, menurutnya La Nyalla dianggap memenuhi kriteria itu berdasarkan sepak terjangnya pada Pilprrs 2014.

"Kalau dukungan Gerindra terhadap Gus Ipul ataupun Khofifah justru akan menimbulkan kerugian sendiri bagi pencalonan Prabowo di Pilpres 2019 nanti. Apalagi Pilgub Jawa Timur diadakan di awal tahun-tahun politik yang merupakan saatnya tahun politik mulai memanas," tuturnya.

Jika Gerindra tetap mendukung kandidat yang tidak sevisi dengan Prabowo, menurutnya mesin Partai Gerindra juga tidak akan bergerak, karena tidak mungkin mau kader Gerindra yang militan mendukung calon dari PDIP dan menterinya Joko Widodo.

"Nah jika ingin terjadi konsolidasi yang ideal dan masif terhadap Gerindra dan Prabowo Subianto sebagai Capres 2019 untuk mengalahkan Joko Widodo di Jawa Timur sebaiknya Gerindra mengusung calon gubernur yang berkomitmen memenangkan Prabowo," pungkasnya.

Tag : pilkada jatim
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top