Perkuat Layanan Digital, Bank Maspion Jual 9,99% Saham ke Thailand

PT Bank Maspion Indonesia Tbk menjual 9,99% sahamnya atau US$20 juta kepada KBank asal Thailand untuk memperkuat layanan bisnis digital perbankan dan perbankan sektor usaha kecil menengah (UKM) dalam jangka panjang.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 28 Agustus 2017  |  19:10 WIB
Perkuat Layanan Digital, Bank Maspion Jual 9,99% Saham ke Thailand
Presiden Direktur dan CEO Maspion Group Alim Markus (kiri) dan Presiden Direktur KBank Thailand Predee Daochai (kanan) saat penandatanganan kerja sama dan akusisi 9,99% saham Bank Maspion di Kantor Pusat KBank Thailand, Senin (28/8/2017) - istimewa

Kabar24.com, SURABAYA – PT Bank Maspion Indonesia Tbk menjual 9,99% sahamnya atau US$20 juta kepada KBank asal Thailand untuk memperkuat layanan bisnis digital perbankan dan perbankan sektor usaha kecil menengah (UKM) dalam jangka panjang.

Presiden Direktur dan CEO Maspion Group, Alim Markus mengatakan alasan Bank Maspion menggandeng KBank karena dinilai memiliki kinerja perbankan yang bagus di Thailand dan memiliki layanan IT dan e-commerce yang kuat.

“Tanda tangan perjanjian kerja sama sudah tadi pagi (Senin 28/8/2017) di kantor pusat KBank Thailand. Dia (KBank) punya IT dan e-commerce itu very strong, dan dia juga punya keuntungan tahun lalu itu nomor satu di Thailand, dan KBank punya profit bagus sekali US$1,2 miliar,” katanya saat dihubungi Bisnis, Senin (28/8/2017).

Alim mengatakan, rencananya hasil dari akusisi KBank tersebut nantinya akan dikelola untuk meningkatkan layanan investasi dan pembiayan perdagangan, UKM dan digital perbankan bagi kedua pihak.

“Selain itu, langkah ini juga akan membuka jalan bagi KBank untuk melayani perdagangan bilateral dan investasi Thailand-Indonesia yang ditargetkan bisa mencapai US$20 miliar dalam 3 tahun,” katanya.

Sementara itu, Presiden KBank Predee Daochai mengatakan pihaknya mengakusisi Bank Maspion karena Bank Maspion baru saha mencapai status Buku 2 dengan fokus layanan utama pada bisnis UKM dan perbankan digital sesuai dengan tujuan KBank.

“Bank Maspion juga punya manajemen risiko yang baik di mana melihat rasio NPL nya berada pada 0,91%, versus rasio pasar 2,93%,” katanya.

Selain itu, lanjut Daochai, Maspion Group juga menjalankan cakupan bisnis di banyak sektor seperti sektor keuangan dan perbankan, ritel/grosir, logistik dan pengembangan properti, serta barang konsumsi, seperti peralatan listrik dan rumah tangga.

Daochai menambahkan, melalui akusisi tersebut KBank nantinya akan memperkuat kehadirannya sebagai Bank AEC +3 untuk melayani konektivitas bisnis di Asean, China, Jepang dan Korea Selatan melalui perluasan jaringan layanannya.

“Indonesia merupakan mesin pertumbuhan baru dengan potensi ekonomio yang signifikan di AEC. Selain diprediksi sebagai ekonomi terbesar ke-7 di dunia pada 2030 oleh Deloitte, populasi Indonesia juga terbesar keempat di dunia yang berjumlah 260 juta orang ,” katanya.

Adapun, layanan KBank yang bekerja sama dengan Bank Maspion ini akan dimulai pada bulan ini, di mana tahap pertama operasi akan ditawarkan kepada pelanggan korporat.

Perwakilan Kbank akan membantu mengintgrasikan bisnis Thailand dan pelanggan KBank ke pasar Indonesia melalui kemitraan Bank Maspion.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank maspion

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top