Trump Kembali 'Berkicau' soal Tembok Perbatasan AS-Meksiko

Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu kembali menekankan janjinya untuk membuat Meksiko membayar pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko, beberapa hari setelah mengancam akan menutup pemerintahan.
Aprianto Cahyo Nugroho | 28 Agustus 2017 06:47 WIB
Pemandangan yang menunjukkan bagian dari tembok perbatasan AS-Meksiko yang baru dibangun di Sunland Park, AS berhadapan dengan kota perbatasan Meksiko Ciudad Juarez, Meksiko, 9 November 2016. Gambar diambil dari sisi Meksiko perbatasan AS- Meksiko - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA – Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu kembali menekankan janjinya untuk membuat Meksiko membayar pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko, beberapa hari setelah mengancam akan “menutup” pemerintahan.

Pada akun Twittternya, Trump mengatakan AS mungkin harus mengakhiri Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (North America Free Trade Agreement/NAFTA) dan kembali mengutarakan janjinyua untuk membangun dinding perbatasan dengan Meksiko.

"Karena Meksiko menjadi salah satu negara dengan kejahatan tertinggi di dunia, kita harus membangun dinding tersebut," kicau Trump dalam akun Twitternya, menambahkan bahwa, Meksiko akan membayarnya melalui penggantian atau cara lainnya.

Meski tidak menjelaskan bagaimana Meksiko akan menanggung biaya, Gedung Putih sebelumnya telah menyarankan bahwa satu kemungkinan adalah menerapkan 20% pajak impor dari Meksiko.

Di lain pihak, Kementerian Luar Negeri Meksiko mengeluarkan siaran pers menanggapi tuntutan dari Trump tersebut.

"Seperti sikap pemerintah Meksiko sebelumnya, negara kita tidak akan membayar dengan cara apapun atau dalam keadaan apapun untuk tembok atau penghalang fisik yang dibangun di wilayah AS di sepanjang perbatasan Meksiko. Sikap ini bukan bagian dari strategi negosiasi Meksiko, tapi sebuah prinsip kedaulatan nasional dan martabat," ungkap siaran pers tersebut, seperti dikutip Bloomberg.

Siaran tersebut juga mengatakan bahwa kekerasan dan perdagangan narkoba dan senjata adalah tanggung jawab bersama. Selain itu, pihak Meksiko juga menyatakan keprihatinan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh Badai Harvey di Texas, AS dan menawarkan bantuan dari pemerintah Meksiko

Di Kongres, Trump telah mengajukan anggaran sebesar US$1,6 miliar untuk memulai pembangunan dinding perbatasan, namun tidak semua anggota Kongres menyetujuinya dengan alasan masih ada prioritas lain seperti membayar pemotongan pajak.

Sementara itu, Penasihat Keamanan Dalam Negeri, Tom Bossert mengatakan pada program "This Week" ABC News, Minggu (27/8) bahwa dia yakin Kongres akan memenuhi permintaan anggaran Trump.

Mengenai NAFTA, Trump juga mengatakan di Twitter bahwa Meksiko dan Kanada pembicaraan untuk menegosiasikan kembali NAFTA dengan Meksiko dan Kanada sangat sulu,  dan menyebutnya sebgai kesepakatan perdagangan terburuk yang pernah dibuat. Ia juga mengatakan mengatakan bahwa AS mungkin harus segera keluar dari kesepakatan tersebut.

Di lain pihak, Kementerian Luar Negeri Meksiko menyatakan bahwa negaranya tidak akan menegosiasikan NAFTA atau aspek lain dari hubungan bilateral "melalui jaringan sosial atau media."

Menteri luar negeri Meksiko, Luis Videgaray mengatakan bahwa perundingan NAFTA berlanjut dan jika Trump benar-benar ingin keluar dari perjanjian tersebut, dia pasti sudah melakukannya.

Babak perundingan berikutnya dijadwalkan pada 1-5 September di Meksiko. AS, Meksiko, dan Kanada mengakhiri babak pertama perundingan dengan sebuah pernyataan bersama yang mengatakan bahwa mereka berkomitmen untuk menyelesaikan negosiasi dengan segera.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Donald Trump

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top